Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Risma: Pasien Covid-19 yang Dinyatakan Sembuh Harus Melalui Proses

Rizchi Hari Setiawan , Jurnalis-Kamis, 25 Juni 2020 |10:15 WIB
Risma: Pasien Covid-19 yang Dinyatakan Sembuh Harus Melalui Proses
Pasien Covid-19 di Subaya yang dinyatakan sembuh dan boleh pulang/Foto: Rizchi Hari Setiawan-Okezone
A
A
A

SURABAYA - Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Surabaya, memiliki prosedur dalam memastikan pasien dinyatakan sembuh dan diperbolehkan pulang. Catatannya, pasien tersebut harus melalui dua kali tes swab dengan hasil negatif.

Hal itu disampaikan langsung Walikota Surabaya Tri Rismaharini. Ia khawatir dengan sekali swab dan hasilnya negatif bisa saja kembali positif.

"Kami punya pengalaman yang sudah terjadi. Pasien Covid-19 ketika melakukan sekali swab dan hasilnya negatif sudah banyak yang sembuh, namun hal itu sangat resiko sekali bisa kembali positif," ujar Risma di Balai Kota Surabaya, Rabu (25/6/2020).

Baca juga: Surabaya Masih Zona Merah Covid-19, Ini Pesan Risma

Risma menambahkan, pengalaman yang terjadi saat itu berdasarkan hasil swab sekitar 195 pasien dinyatakan positif Covid-19 dan menjalani isolasi di Hotel Asrama Haji selama 14 hari ke depan. Kemudian setelah menjalani isolasi, pasien dilakukan swab kedua dan hasilnya dinyatakan negatif.

"Kita tidak tahu kan, ada perubahan comfirm positif ada juga yang negatif. Untuk itu, saya masih diskusi terkait juknis dalam proses itu," ujar Risma.

Risma memaparkan, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Surabaya, berkoordinasi dengan Menteri Kesehatan (Menkes) agar pasien Covid-19 bisa dilakukan satu kali swab sebelum dipulangkan dari isolasi.

Baca juga: Risma Sebut Tren Covid-19 di Surabaya Menurun, Ini Penyebabnya

Bahkan, dirinya punya cara untuk mempercepat penanganan pasien Covid-19. "Cara pola kerjanya nanti pasien yang dinyatakan negatif akan kita pisahkan dengan pasien yang positif.

“Jadi nanti pasien Covid-19, hasil satu kali swab negatif kita kumpulkan dan kita pisah. Bisa jadi dilakukan di Hotel Asrama Haji, cara tersebut bisa dipakai untuk sekali swab lagi sebelum dipulangkan. Ya, mungkin itu bisa mengurangi dampak resiko," kata Risma.

Teknisnya, sebelum 14 hari menjalani masa isolasi, pasien tersebut harus dilakukan swab. Tujuannya, agar pasien yang telah dilakukan dua kali swab itu bisa segera pulang pada hari ke-15.

(Fetra Hariandja)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement