Kronologi Kasus Jenazah PDP Covid-19 Tertukar di Surabaya

Syaiful Islam, Okezone · Kamis 25 Juni 2020 11:55 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 25 519 2236077 kronologi-kasus-jenazah-pdp-covid-19-tertukar-di-surabaya-iM63t4CjK1.jpg Sumber Foto: Screenshoot dari video viral tentang jenazah Covid-19 yang tertukar di Surabaya.

SURABAYA - Kasus jenazah tertukar tidak hanya terjadi dalam sinetron, namun juga di dunia nyata. Buktinya jenazah pasien dalam pengawasan (PDP) Covid-19 tertukar di Surabaya dan videonya viral di media sosial WA.

Hal tersebut diketahui pihak keluarga ketika jenazah diturunkan dari ambulance dan akan dimakamkan di pemakaman umum kawasan Pagesangan, Jambangan, Surabaya pada Rabu 24 Juni 2020.

Terungkapnya kasus tersebut berawal ketika mobil ambulance yang membawa jenazah PDP Covid-19 tiba di suatu pemakaman di kawasan Pagesangan. Kemudian sekitar 5 petugas yang memakai APD lengkap mengeluarkan peti jenazah dan dibawanya ke area kuburan.

Namun tak berselang lama, petugas kembali membawa peti jenazah tersebut ke dalam mobil ambulance. Setelah diusut, rupanya jenazah tersebut tertukar. Sebab, sejatinya jenazah yang akan dikuburkan di pemakaman itu berjenis kelamin laki-laki.

Tetapi jenazah yang datang berjenis kelamin perempuan asal Wonocolo, Surabaya. Atas peristiwa tersebut, pihak keluarga kaget dan merasa terkejut.

Sehingga jenazah itu dibawa kembali ke Rumah Sakit Islam (RSI) Surabaya di Jalan Ahmad Yani, Wonokromo, untuk ditukar dengan yang benar. Kemudian petugas mengambil jenazah laki-laki yang akan dimakamkan di pemakaman Pagesangan.

Baca Juga:Ā Kasus Jenazah Covid-19 Tetukar di Surabaya, Petugas Rumah Sakit Terancam Kena SanksiĀ 

Direktur RSI Surabaya dr Samsul Arifin membenarkan adanya kejadian tersebut. Ia mengatakan peristiwa ini terjadi lantaran ada petugas rumah sakit yang menyalahi prosedur. Saat kejadian kebetulan ada dua jenazah, yang biasanya secara prosedur ditulis nama, alamat, dan sebagainya ditempel di peti.

"Mungkin karena terburu-buru, kan saat itu hanya ada satu petugas, sedangkan petugas yang satunya PDP. Saya minta maaf kepada keluarganya, sudah saya kirim teman-teman kesana," ucap Samsul, Kamis (25/6/2020)

Menurut Samsul, untungnya jenazah yang satunya belum diambil oleh pihak keluarga. Pihak rumah sakit melaksanakan protokol Covid-19 dalam pemulasaran karena ada tanda-tanda klinis, namun hasil swab belum keluar.

Baca Juga:Ā Pemakaman dengan Protokol Covid-19 Telah Disiapkan, Jenazahnya Malah TertukarĀ 

"Paru-paru kan ada gambarannya, tanda-tanda klinis sudah jelas, tapi swab belum keluar," tukas Samsul.

Buntun kasus ini, pihak Rumah Sakit Islam Surabaya melakukan investigasi dan sementara diketahui ada yang menyalahi prosedur. Samsul mengatakan mereka yang salah akan diberi sanksi.

(abp)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini