SURABAYA - Presiden Jokowi mengingatkan menghadapi pandemi Covid-19 ini dalam mengelola manajemen rem dan gas harus benar-benar seimbang. Sehingga persoalan kesehatan bisa diatasi, begitu juga dengan urusan ekonomi bisa ditangani.
Di tengah pandemi Covid-19 tidak bisa fokus pada urusan kesehatan saja, atau fokus hanya masalah ekonomi. Sebab jika begitu, maka salah satu persoalan akan terabaikan. Jika sudah begitu, tentunya masyarakat yang akan dirugikan.
“Tidak bisa kita gas di urusan ekonomi, tetapi kesehatannya menjadi terabaikan. Tidak bisa juga kita konsentrasi penuh di urusan kesehatan, tetapi ekonominya menjadi sangat terganggu," terang Jokowi di Gedung Grahadi Surabaya, Jawa Timur, Kamis (25/6/2020).
Baca Juga: 70% Masyarakat Surabaya Raya Disebut Tak Pakai Masker, Ini Reaksi Jokowi
Menurut Jokowi, gas dan rem harus ada keseimbangan, sehingga semuanya bisa dikerjakan dalam waktu bersamaan. Hal itulah yang selalu dirinya sampaikan kepada Gubernur, Wali Kota dan Bupati. Saat ini, sedang menghadapi krisis kesehatan sekaligus ekonomi.
Perasaan ini harus sama, tidak boleh memiliki perasaan normal karena sangat berbahaya. Kondisi ini tidak hanya dialami Indonesia, namun juga dialami 215 negara yang lain.
"Jangan sampai ada masyarakat yang memiliki perasaan yang normal-normal. Sehingga mereka tidak memakai masker ke mana-mana, lupa cuci tangan sehabis kegiatan, dan masih berkerumun," tandas Jokowi.
(Arief Setyadi )