DBD Menggila di Tasikmalaya, 16 Orang Meninggal

Asep Juhariyono, iNews · Kamis 25 Juni 2020 08:17 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 25 525 2235980 dbd-menggila-di-tasikmalaya-11-orang-meninggal-pYoDgb9oGD.jpg Ilustrasi

TASIKMALAYA - Kasus kematian akibat demam berdarah dengue (DBD) di Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, terus bertambah.

Hingga saat ini tercatat ada 16 orang dinyatakan telah meninggal dunia, 11 diantaranya korbannya anak-anak, dan empat orang dewasa dan orangtua. Guna menekan angka kematian yang diakibatkan gigitan nyamuk ini, Dinas Kesehatan Kota akan segera melakukan sosialisasi ke tingkat puskesmas, kecamatan, kelurahan hingga RW dan RT, serta terus melakukan fogging.

Kematian yang disebabkan gigitan nyamuk aedes aegypti ini, terhitung sejak Januari hingga bulan Juni 2020. Sementara itu jumlah warga yang sudah dirawat akibat gigitan nyamuk tersebut jumlahnya sudah mencapai 634 kasus.

Wabah DBD tersebut, tidak hanya menyerang satu wilayah kecamatan saja, melainkan menyerang warga di 10 kecamatan yang ada di Kota Tasikmalaya.

Angka kematian tertinggi, akibat DBD terjadi di Kecamatan Kawalu, lima orang meninggal dunia dari 118 orang yang terjangkit DBD, di Kecamatan Cihideung dua orang meninggal dunia dari 66 orang terjangkit DBD.

Selanjutnya, di Kecamatan Cipedes tiga orang meninggal dunia dari 57 orang yang terjangkit, Kecamatan Bungursari dua orang meninggal dunia dari 54 orang yang terjangkit.

Kemudian Kecamatan Purbartu dua orang meninggal dunia dari 29 orang terjangkit, dan Kecamatan Indihiang satu orang meninggal dunia dan 24 orang terjangkit DBD.

Namun, Pemerintah Kota Tasikmalaya belum bisa menetapkan kejadian tersebut sebagai kejadian luar biasa (KLB), karena pemerintah Kota Tasikmalaya masih terfokus pada penanganan kasus Covid 19 yang kini masih terus terjadi.

Ilustrasi

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, Uus Supangat mengatakan, pihaknya masih terus berupaya melakukan penyuluhan, dan menggerakkan kader dengan menerjunkan 22 puskesmas.

Saat ini Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya terus melakukan sosialisasi dengan memberikan penyadaran kepada masyarakat, untuk senantiasa menjaga pola hidup bersih dan sehat.

"Karena penangangan DBD tanya hanya dengan melakukan fogging atau pengasapan saja. Melainkan lingkungan sekitar harus senantiasa bersih, agar bersih dari jentik nyamuk," jelas Uus

Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya berharap yang terpenting dan salah satu kunci agar terhindar dari serangan nyamuk agar warga tetap menjaga kebersihan lingkungan.

"Di musim hujan seperti saat ini masih banyak warga yang mengabaikannya seperti menguras bak mandi, menimbun barang bekas dan menutup genangan air, yang menjadi kunci utama dalam pembrantasan sarang nyamuk," pungkasnya.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini