Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

300 Kg Telur Bansos Busuk, Wali Kota Depok : Kantor Pos Tanggung Jawab

Wahyu Muntinanto , Jurnalis-Senin, 29 Juni 2020 |16:44 WIB
300 Kg Telur Bansos Busuk, Wali Kota Depok : Kantor Pos Tanggung Jawab
Wali Kota Depok Mohammad Idris. (Foto : Okezone.com/Wahyu Muntinanto)
A
A
A

DEPOK – Wali Kota Depok Mohammad Idris Abdul Somad mengklaim Kantor Pos Kota Depok bertanggung jawab terkait busuknya ratusan telur ayam yang disimpan di Balai Rakyat Sukmajaya, Depok, Jawa Barat.

Diketahui sebanyak 300 kilogram telur ayam tersebut merupakan bantuan Pemprov Jawa Barat untuk warga Kota Depok yang terdampak pandemi virus corona (Covid-19).

"Kantor Pos yang bertanggungjawab terhadap pendistribusian Bansos Provinsi Jawa Barat hingga ke penerima manfaat sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang sudah ditetapkan," kata Idris di Depok, Senin (29/6/2020).

Dia menuturkan, jika ditemukan masalah dalam pendistribusian bantuan, sebaiknya pihak Kantor Pos dapat bersinergi dengan Dinas Sosial Depok dan Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Depok.

"Sebaiknya kalau ada kendala pengiriman bisa berkoordinasi dengan Dinsos dan Tim Gugus Tugas Covid 19," tuturnya.

Baca Juga : Pandemi Covid-19, Khofifah Perluas Layanan Sembako Murah di Jatim

Sebagaimana diketahui, selain telur busuk, ada juga sekitar 4.200 paket sembako yang juga belum tersalurkan dan khawatir tidak lagi layak konsumsi. Paket bansos yang masih tersisa akan diserahkan kembali ke Pemprov Jabar. Paket sembako tersebut juga tak tersalurkan karena tidak ditemukan nama dan alamat penerima paket Bansos.


Baca Juga : Ambil Paksa Jenazah Covid-19, Polda Sulsel Tetapkan 42 Tersangka

(Erha Aprili Ramadhoni)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement