Terjerat Utang, 2 Tenaga Medis Nekat Palsukan Surat Rapid Test Covid-19

Raymond, iNews · Senin 29 Juni 2020 18:49 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 29 608 2238374 terjerat-utang-2-tenaga-medis-nekat-palsukan-surat-rapid-test-covid-19-Pntc5iHlDg.jpg Foto Ilustrasi shutterstock

TAPANULI TENGAH - Polres Tapanuli Tengah, Sumatera Utara menangkap dua tenaga media yang nekat menerbitkan surat keterangan rapid test palsu, yang akan digunakan penumpang kapal untuk menyeberang ke Pulau Nias melalui Pelabuhan Sibolga.

Selain kedua tersangka, polisi juga menyita puluhan lembar surat rapid test palsu, alat rapid tes dan ratusan ribu uang diduga hasil kejahatan. Kedua tersangka yakni Eti Wardani Tarihoran dan Arif.

Kasat Reskrim Polres Tapanuli Tengah, AKP Sisworo mengatakan, tidak ada perbedaan surat rapid test palsu dengan yang asli, namun setelah diteliti ternyata surat rapid test palsu yang diterbitkan pelaku sama sekali tidak mencantumkan kode registrasi serta tanda-tangan dokter palsu.

“Para tersangka dibantu salah seorang perawat lainnya berinisial AF yang berkerja disebuah klinik kesehatan,” kata Sisworo, Senin (29/6/2020).

 Penangkapan

Kata Sisworo, setiap lembar surat keterangan hasil rapid test palsu yang diterbitkan tersangka dihargai berkisar Rp250 ribu hingga Rp200 ribu.

“Mereka sudah terbitkan ratusan lebih lembar surat keterangan hasil rapid test palsu, dan dipergunakan penumpang kapal yang ingin menyeberang ke Pulau Nias Gunung Sitoli melalui Pelabuhan Sibolga,” tuturnya.

Kata Sisworo, terbongkarnya kasus pemalsuan surat keterangan hasil rapid test tersebut bermula adanya laporan seorang dokter di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Tapanuli Tengah yang mengetahui tanda-tangannya dipaslukan oleh salah seorang staffnya di bagian analisa dan laboratorium.

“Mereka palsukan tanda tangan dokter, dan petugas melakukan penyelidikan. Kedua tersangka terancam lima tahun penjara,” pungkasnya.

Kepada petugas, tersangka Eti Wardani Tarihoran nekat menerbitkan surat keterangan rapid test palsu tersebut lantaran terdesak uang untuk melunasi hutang.

“Uangnya untuk bayar hutang,” kata Eti.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini