Dalam sambutannya, Panglima Kogabwilhan II, Marsdya TNI Imran Baidirus menjelaskan, cara kerja sistem rujukan satu pintu adalah masing-masing RS rujukan memiliki person in charge (PIC). Tugas PIC adalah menginformasikan apakah RS-nya bisa menerima pasien Covid-19, serta meng-update data kepada command center di RS Darurat Jalan Indrapura.
“Di command center, akan tersaji data semua rumah sakit yang bisa menerima pasien. Jadi, jika ada pasien di RS yang akan dirujuk ke RS lainnya, command center akan menghubungkan kedua RS tersebut, lalu memastikan ketersediaan bed dan mengarahkan pasien akan dirujuk ke mana. Diharapkan pendistribusiannya lebih baik dan lebih cepat sehingga tidak terjadi penumpukan,” ucap Imran Baidirus.
Sementara itu, Kapolda Jatim, Irjen Mohammad Fadil Imran mengatakan, pihaknya siap mengawal dan mendukung sepenuhnya upaya Pemprov Jatim untuk mengendalikan dan menekan laju penularan Covid-19 di Jatim. Pihaknya juga akan menginstruksikan jajarannya untuk menjaga dan mengamankan seluruh RS-RS rujukan di Jatim.
Baca Juga : Bertambah 331, Kasus Corona di Jatim Tembus 12.136 per Hari Ini
"Pengamanan itu akan lebih diperkuat lagi guna menjaga kemungkinan adanya oknum masyarakat yang berpotensi melanggar protokol kesehatan. Contohnya, memaksa mengambil jenazah pasien Covid-19, lalu membuka dan memakamkan jenazah itu tanpa menerapkan protokol pemakaman Covid-19. Kami sudah memerintahkan kepada para Kapolres, untuk menempatkan personelnya di RS rujukan selama 1x24 jam," kata Fadil.
Baca Juga : Ini Arti Sujud Risma di Hadapan Dokter Covid-19
(Erha Aprili Ramadhoni)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.