Tekan Kematian Pasien Covid-19, Khofifah Siapkan Aplikasi Rujukan Satu Pintu

Syaiful Islam, Okezone · Rabu 01 Juli 2020 08:06 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 07 01 519 2239234 tekan-kematian-pasien-covid-19-khofifah-siapkan-aplikasi-rujukan-satu-pintu-l27S66l8rD.jpg Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa. (Ist)

SURABAYA – Demi mengurangi angka kematian pasien Covid-19 akibat terlambat dirujuk atau kamar yang overload, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur dan Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) II akan menyiapkan aplikasi sistem rujukan satu pintu atau one gate system.

Adanya aplikasi sistem rujukan satu pintu ini sebagai langkah mempercepat penanganan pasien Covid-19 di Jatim. Salah satu poin penting dalam aplikasi ini adalah adanya command center 24 jam yang dipusatkan di Rumah Sakit (RS) Darurat di Jalan Indrapura Surabaya.

Petugas command center tersebut akan mengarahkan pasien Covid-19 ke RS-RS rujukan berdasarkan tingkat risikonya serta mencarikan dan memastikan ketersediaan tempat tidur dan kamar bagi pasien.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menyatakan hal ini menjadi bagian yang sangat penting, yakni pengintegrasian lewat one gate system. Pihaknya berharap angka kasus Covid-19 yang muncul bisa dimitigasi lebih komprehensif agar tingkat penyembuhan makin tinggi.

"Di saat yang sama, diharapkan angka kematian bisa kita turunkan semakin signifikan. Penyiapan aplikasi tersebut sejalan dengan amanat Bapak Presiden RI, Bapak Jokowi saat berkunjung ke Jatim empat hari lalu," ujar Khofifah saat Rapat Koordinasi Percepatan Penanganan Covid 19 bersama 99 RS Rujukan se-Jatim di Kantor Gubernur Jalan Pahlawan, Selasa (30/6/2020).

Menurut Khofifah, Presiden Jokowi meminta Pemprov Jatim harus dapat mengendalikan penanganan Covid-19 dalam dua minggu ke depan. Presiden meminta Panglima Kogabwilhan II Marsdya TNI Imran Baidirus mengomandani RS Darurat Covid-19 di Surabaya.

“Sebelumnya, kami sudah memiliki sistem informasi, seperti update data real time hal-hal yang terjadi di RS, melalui gadget yang kami titipkan di tiap-tiap RS rujukan di Jatim. Update data tersebut akan diintegrasikan dengan sistem rujukan yang dikomandani Pangkogabwilhan II,” ujar Khofifah.

Dalam sambutannya, Panglima Kogabwilhan II, Marsdya TNI Imran Baidirus menjelaskan, cara kerja sistem rujukan satu pintu adalah masing-masing RS rujukan memiliki person in charge (PIC). Tugas PIC adalah menginformasikan apakah RS-nya bisa menerima pasien Covid-19, serta meng-update data kepada command center di RS Darurat Jalan Indrapura.

“Di command center, akan tersaji data semua rumah sakit yang bisa menerima pasien. Jadi, jika ada pasien di RS yang akan dirujuk ke RS lainnya, command center akan menghubungkan kedua RS tersebut, lalu memastikan ketersediaan bed dan mengarahkan pasien akan dirujuk ke mana. Diharapkan pendistribusiannya lebih baik dan lebih cepat sehingga tidak terjadi penumpukan,” ucap Imran Baidirus.

Sementara itu, Kapolda Jatim, Irjen Mohammad Fadil Imran mengatakan, pihaknya siap mengawal dan mendukung sepenuhnya upaya Pemprov Jatim untuk mengendalikan dan menekan laju penularan Covid-19 di Jatim. Pihaknya juga akan menginstruksikan jajarannya untuk menjaga dan mengamankan seluruh RS-RS rujukan di Jatim.


Baca Juga : Bertambah 331, Kasus Corona di Jatim Tembus 12.136 per Hari Ini

"Pengamanan itu akan lebih diperkuat lagi guna menjaga kemungkinan adanya oknum masyarakat yang berpotensi melanggar protokol kesehatan. Contohnya, memaksa mengambil jenazah pasien Covid-19, lalu membuka dan memakamkan jenazah itu tanpa menerapkan protokol pemakaman Covid-19. Kami sudah memerintahkan kepada para Kapolres, untuk menempatkan personelnya di RS rujukan selama 1x24 jam," kata Fadil.


Baca Juga : Ini Arti Sujud Risma di Hadapan Dokter Covid-19

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini