JATIM - Laju penularan virus corona (Covid-19) di Jawa Timur (Jatim) belum terbendung. Dari hari ke hari jumlah warga yang terinfeksi terus bertambah di sana.
Berdasarkan data Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 pada hari ini, Rabu (1/7/2020) penambahan kasus positif corona di sana mencapai 185.
Dengan penambahan tersebut makan secara kumulatif jumlah pasien positif naik dari 12.136 menjadi 12.321 orang.
Sementara pasien yang sembuh dari corona juga meningkat, yakni dari 4.012 menjadi 4.199 atau bertambah 187 orang. Lalu bagaimana dengan yang meninggal dunia?
Kabar duka terus bertambah, sebab warga yang meninggal dunia karena Covid-19 naik dari 893 menjadi 926 atau bertambah 33 orang.
Baca Juga: Perawat di Surabaya Meninggal Akibat Covid-19 Setelah 5 Hari Dirawat
Sebelumnya Presiden Joko Widodo memberikan tujuh arahan khusus kepada semua pemerintah daerah di Jatim, terkait pengentasan Covid-19. Tujuh arahan itu yakni:
Pertama, memiliki perasaan yang sama, bahwa Indonesia sedang menghadapi krisis kesehatan dan ekonomi. Sebaliknya, bukan merasa normal-normal saja, sehingga abai terhadap penanganan dan protokol kesehatan.
“Masyarakat juga demikian. Jangan menganggap situasi ini normal, sehingga ke mana-mana tidak memakai masker. Maka, kepala daerah harus mengingatkan berkali-kali,” katanya, Kamis (25/6/2020).
Atas tujuan ini pula Jokowi meminta kepada seluruh instansi pemerintahan untuk bekerja sama menangani Covid-19. Tidak berjalan sendiri-sendiri. “Koordinasi antarmanajemen harus betul-betul ditingkatkan,” katanya sebagaimana dikutip dari iNews.
Baca Juga: Catat! Warga Surabaya yang Tak Pakai Masker Dipantau Lewat CCTV
Kedua, tes massif, pelacakan, isolasi hingga treatmen harus terus dilakukan, dengan jumlah yang lebih banyak.
Ketiga, apabila Covid-19 terkendali dan masuk ke new normal, maka harus ada prakondisi terlebih dahulu. “Jangan langsung dibuka. Cari timing yang tepat. Kabupaten mana dulu, kota mana dulu dan sektor mana dulu yang harus dibuka. Bukan langsung semua,” ujarnya.
Keempat, mengajak tokoh masyarakat untuk menyosialisasikan protokol kesehatan kepada masyarakat. “Misalnya keharusan mengenakan masker dan mencuci tangan, ini terus diulang-ulang,” katanya.
Kelima, meminta kepada gubernur dan bupati atau wali kota agar dalam membuat kebijakan terkait Covid-19, merujuk data science dan pakar epidemiologi. “Jangan membuat kebijakan tanpa mendengarkan saran dari para pakar. Ini berbahaya,” ujarnya.
Keenam, meminta kepala daerah menyiapkan alternatif strategi penanganan agar betul-betul siaga dalam menghadapi situasi tak terduga. “Siapkan plane A, B dan C-nya. Hari-hati, dunia sudah mendekati 10 juta kasus positif. Kita tidak ingin ikut terseret pada angka-angka yang besar,” katanya.
Ketujuh, meminta agar dalam dua minggu ke depan angka Covid-19 di Jatim ada penurunan. “Ini penting agar kita bisa masuk ke tatanan normal baru dan masyarakat bisa beraktivitas seperti biasa,” katanya.
(Abu Sahma Pane)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.