JAKARTA - Seorang pelajar asal Kediri, Jawa Timur, Muhammad Azhar Syahrudin berhasil membuat drone dari limbah elektronik dan plastik.
Pengisian baterai drone atau pesawat tanpa awak ini, cukup ditancapkan ke pohon pepaya. Hal ini terbilang unik lantaran belum ada temuan serupa sebelumnya.
Drone buatan Azhar dapat digunakan sebagai server untuk komunikasi bilamana tidak terdapat sinyal di telepon selular. Pesawat tanpa awak ini diciptakannya untuk mengisi luang di saat sekolah diliburkan akibat pandemi corona.

Azhar mengungkapkan, rangka drone ini terbuat dari limbah plastik yang sebelumnya dibakar lalu dilebur. Lalu di bagian atasnya dilapisi almunium foil.
"Ada limbah plastik saya lebur saya cetak, kemudian di atasnya saya aksih almunium foil," kata Azhar dalam program iNews Sore, Rabu (1/7/2020).
Drone buatan Azhar bisa dikendalikan lewat aplikasi yang terdapat di smartphone. Sedangkan server untuk memberi pesan atau berkomunikasi menggunakan perangkat bluetooth.
Ia mengaku kerap dihujat atas karyanya tersebut. Namun Azhar tak patah semangat, saat ini ia terus mengembangkan drone ciptaannya agar lebih memiliki banyak fungsi.
"Kebanyakan orang menghujat kalau saya itu membuat drone kok dari limbah elektronik," ungkap dia.
Azhar mengaku mempelajari pembuatan pesawat tanpa awak ini secara otodidak melalui YouTube.
(Awaludin)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.