Inggris Jatuhkan Sanksi pada Warga Rusia, Saudi Pelanggar Hak Asasi Manusia

Rahman Asmardika, Okezone · Selasa 07 Juli 2020 17:50 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 07 18 2242642 inggris-jatuhkan-sanksi-pada-warga-rusia-saudi-pelanggar-hak-asasi-manusia-T7vEEeszsu.jpg Foto: Reuters.

LONDON - Inggris memberlakukan sanksi terhadap 49 orang dan organisasi yang berada di balik pelanggaran hak asasi manusia yang paling terkenal dalam beberapa tahun terakhir.

Sanksi itu diberlakukan terhadap orang-orang yang terlibat dalam kematian pengacara Rusia, Sergei Magnitsky pada 2009 dan sejumlah pejabat Arab Saudi yang terlibat dalam pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi pada 2018. Aset-aset mereka di Inggris akan dibekukan dan mereka dilarang memasuki negara itu.

Menteri Luar Negeri Dominic Raab mengatakan langkah itu mengirim "pesan yang jelas".

Berbicara di parlemen, Raab mengatakan Inggris mengambil tindakan terhadap "penjahat-penjahat lalim dan antek diktator" serta menghentikan mereka yang mencoba mencuci "keuntungan mereka yang berlumuran darah,” demikian diwartakan BBC.

Rusia telah mengancam akan membalas dengan tindakan timbal balik dan mengatakan sanksi itu "sia-sia".

Pihak-pihak yang dikenai sanksi adalah

- 25 warga negara Rusia yang terlibat dalam penganiayaan dan kematian pengacara Sergei Magnitsky, yang mengungkap korupsi yang meluas oleh sekelompok pejabat pajak dan polisi Rusia

- 20 warga negara Saudi terlibat dalam kematian jurnalis Jamal Khashoggi di konsulat Saudi di Istanbul, Turki

- Dua jenderal militer Myanmar tingkat tinggi terlibat dalam kekerasan sistematis dan brutal terhadap orang-orang Rohingya dan etnis minoritas lainnya

- Dua organisasi yang terlibat dalam kerja paksa, penyiksaan dan pembunuhan di gulag Korea Utara.

Mereka yang ada dalam daftar, yang termasuk mantan menteri di departemen dalam negeri Rusia dan mantan wakil kepala badan intelijen Saudi, akan dilarang memasuki Inggris, menyalurkan uang ke negara itu atau mengambil untung dari ekonomi Inggris, melalui properti atau lainnya aset yang mereka miliki.

Ini adalah sanksi pertama yang diambil Inggris di luar PBB dan Uni Eropa.

Rusia telah mengancam akan membalas dengan tindakan timbal balik dan mengatakan sanksi itu "sia-sia".

"Rusia berhak untuk menanggapi keputusan Inggris yang tidak ramah hari ini atas dasar timbal balik," demikian disampaikan kedutaan Rusia di London dalam sebuah pernyataan. Ditambahkan bahwa pemberlakuan sanksi itu "tidak akan meningkatkan hubungan Rusia-Inggris".

(dka)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini