Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Patuhi Protokol Kesehatan, Pemerintah: Rawatan Penderita Covid Tidak Murah

Binti Mufarida , Jurnalis-Selasa, 07 Juli 2020 |16:29 WIB
 Patuhi Protokol Kesehatan, Pemerintah: Rawatan Penderita Covid Tidak Murah
Juru bicara pemerintah penanganan Covid-19, Achmad Yurianto (foto: istimewa)
A
A
A

JAKARTA - Angka kasus positif Covid-19 di Tanah Air masih mengalami kenaikan. Juru Bicara Pemerintah Penanganan virus Corona (Covid-19), Achmad Yurianto pun meminta kepada beberapa provinsi untuk menekan angka kasus Covid-19 yang saat ini masih mengalami peningkatan.

“Kita saat ini harus lebih fokus pada beberapa provinsi yang kecenderungan angka kasus positifnya masih cenderung untuk meningkat. Oleh karena itu permasalahan Covid-19 hendaklah diintervensi dengan mengedepankan aspek kesehatan masyarakat,” kata Yuri di Media Center Gugus Tugas Nasional Percepatan Penanganan Covid-19 Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Jakarta, Selasa (7/7/2020).

Yuri mengatakan, peran serta masyarakat menjadi faktor penentu di dalam pengendalian ini. Karena apabila pengendalian di tengah masyarakat bisa kita laksanakan dengan sebaik-baiknya.

“Dengan mematuhi protokol kesehatan secara disiplin terus-menerus dan bersama-sama maka beban layanan rumah sakit akan menurun,” tegasnya.

“Kita sadari sekarang bahwa rawatan penderita Covid tidak murah dan tidak mudah. Beban yang berlebihan bagi satu rumah sakit untuk merawat Covid-19 ini akan berdampak pada kerugian yang besar,” tambah Yuri.

 

Bahkan, kata Yuri beberapa tenaga kesehatan juga terdampak Covid-19 dan kemudian gugur dalam menjalankan tugasnya.

“Ini kesedihan kita bersama, ini duka kita yang mendalam. Karena dengan demikian pasti akan mengurangi kapasitas rawatan yang ada di rumah sakit. Ini yang harus menjadi perhatian kita bersama. Duka ini tidak harus kita panjang-panjangkan,” katanya.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement