Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Cerita Para Buruh di Cikarang saat Pandemi Covid-19, Kena PHK Tanpa Kejelasan

Wisnu Yusep , Jurnalis-Kamis, 09 Juli 2020 |13:31 WIB
Cerita Para Buruh di Cikarang saat Pandemi Covid-19, Kena PHK Tanpa Kejelasan
Ilustrasi (Foto: Dokumentasi Okezone)
A
A
A

BEKASI - Selain hanya bisa pasrah menerima kenyataan, Rudi Wibowo (27) juga saat ini hanya menggantungkan hidup untuk sehari-hari dari sang istri.

Ya, tempat dia bekerja di bidang pembuatan untuk komponen kendaraan roda dua terpaksa merumahkan dirinya karena dampak virus corona atau Covid-19 yang berkepanjangan.

Rudi dan 50 lebih temanya pada 30 Juni 2030 baru saja dirumahkan oleh perusahaan yang beroperasi di Cikarang, Kabupaten Bekasi.

"Alasanya karena ada pengurangan produksi, apalagi kita kan pihak ketiga, sejumlah perusahaan otomotif kan belakangan kena dampaknya," ujar dia ketika berbincang dengan Okezone, Rabu (8/7/2020).

Perusahaan otomotif seperti Honda dan Yamaha saja, lanjut dia, memangkas pesanan dari perusahaan tempat dirinya bekerja. Karena hal itu mungkin menjadi faktor utama dirinya di rumahkan.

"Otomotif juga pertembuhanya gak ada pengiriman, vendor kaya Yamaha, Honda pengurangan produksi. Mereka kan banyak liburnya juga, kemudian berimbas kepada kita," ungkap dia.

Baca Juga: Corona Berujung PHK, Lulusan Sarjana Ekonomi Ini Pusing Bayar Cicilan

Bahkan, sejumlah temanya yang kontrak kerjanya masih beberapa bulan, pada 30 Juni kemarin harus senasib dengannya. Mereka ikut di-PHK karena dampak dari virus corona ini.

"Dari 50 orang lebih itu sebagianya masih ada yang kontrak, nah mereka dipercepat (ikut kena PHK)," ungkapnya.

Karena itu, dirinya saat ini mengandalkan hidup, selain dari sang istri yang masih bekerja juga membantu saudaranya di warung di wilayah Kota Bekasi.

"Sana sini aja, sambil masukin lamaran juga ke PT-PT yang buka," katanya.

Saat ini dirinya tak bisa berbuat banyak dan berharap kondisi pademi ini segera berakhir. Terlebih, dirinya merasa tak nyaman karena harus bergantung dengan istri, yang saat ini menjadi penopang utama untuk keluarga.

"Entah sampai kapan pademi virus corona ini berakhir, kita harapnya segera berakhir, karena gak enak sebegai tulang punggung keluarga," ujar dia.

Senasib dengan dirinya, Khoiri yang bekerja di PT Berkah Logam Makmur kawasan 2000 Cikarang, Kabupaten Bekasi juga saat ini hanya mengandalkan hidup dari sisa gaji yang didapat.

Terlebih, dirinya juga menjadi korban PHK lantaran pademi virus corona. Perusahaanya sudah mengurangi sejumlah produksi.

"Alasan utama itu, produksi kita yang berkurang. Dari lebaran saja, pokoknya kesini makin turun dan turun terus," ungkap dia ketika berbincang dengan Okezone.

Padahal, dirinya masih memiliki sisa waktu kontrak pada Desember 2020 mendatang. Tetapi demikian, kontrak tersebut dipercepat. "Nah itu dia, kami gak ngerti kenapa kita dipercepat. Padahal masih ada beberap bulan," jelas dia.

Meski begitu, dirinya tidak bisa berbuat banyak. Saat ini, dirinya hanya berserah diri dan sambil meluangkan waktu bersama dengan keluarga. "Ngabisin waktu sama keluarga, sambil cari-cari info," jelas dia.

(Khafid Mardiyansyah)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement