TANGERANG - Gubernur Wahidin Halim (WH) mengungkap, jika data terakhir menyebut ada sekira 800 perusahaan tutup serta sekira 25 ribu buruh terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) dan dirumahkan di Provinsi Banten.
Meski, situasi itu bukan semata-mata terimbas Covid-19 di Tanah Air, melainkan juga ada faktor lain secara global. Misalnya, soal permintaan ekspor yang menurun beberapa periode terakhir.
"Yang di PHK data kita ada 25 ribu lebih. Lalu dari 800 perusahaan data kita terakhir itu sudah tutup perusahaannya, dan ada yang pindah juga. Tapi masih ada 15 ribu perusahaan yang masih aktif di sini," ungkap Wahidin di Istana Nelayan, Tangerang, Kamis (9/7/2020).
"Bukan cuma dampak Covid, tapi karena persoalan-persoalan ekspor yang kurang," imbuhnya.
Baca Juga: Curhat Korban PHK, Pulang Kampung untuk Bertahan Hidup
Saat ini, kata WH, tak banyak perusahaan yang merekrut pegawai baru dengan membuka kembali lowongan kerja. Beberapa di antaranya adalah perusahaan sektor farmasi dan kimia.
"Info penerimaan kerja masih lumayan, tapi untuk sektor farmasi dan kimia," ucapnya.