Rangkaian Ledakan dan Mati Listrik Dilaporkan di Dekat Ibu Kota Iran, Teheran

Rahman Asmardika, Okezone · Jum'at 10 Juli 2020 09:13 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 10 18 2244113 rangkaian-ledakan-dan-mati-listrik-dilaporkan-di-dekat-ibu-kota-iran-teheran-D8gEww3tcq.jpg Pemadam kebakaran memeriksa lokasi ledakan di sebuah klinik di Teheran, 30 Juni 2020. (Foto: Reuters)

TEHERAN - Serangkaian ledakan telah mengguncang pinggiran Ibu Kota Iran, Teheran, serta Kota-Kota Garmdareh dan Quds, demikian dilaporkan media Iran. Di tengah rangkaian insiden itu muncul spekulasi bahwa depot rudal adalah target yang dituju dari ledakan tersebut.

Mengutip media sosial, kantor berita resmi IRIB melaporkan sebuah ledakan di Teheran barat pada dini pada Jumat (10/7/2020) waktu setempat. Lebih banyak ledakan dilaporkan di Garmdareh dan Quds, Kantor Berita Mehr menambahkan, sebagaimana dilansir RT.

Televisi Al-Arabiya yang bermarkas di Saudi melaporkan bahwa ledakan itu terjadi di gudang rudal Pengawal Revolusi Islam Iran (IRGC), di barat daya Teheran. Para pejabat Iran belum mengonfirmasi atau membantah klaim itu.

Ledakan pada Jumat pagi adalah yang terbaru dalam serangkaian insiden misterius di fasilitas industri, laboratorium penelitian, depot amunisi dan bahkan fasilitas penelitian nuklir Natanz.

Meski ada spekulasi yang merajalela bahwa ini mungkin hasil dari sabotase Israel atau serangan dunia maya, pejabat Teheran tidak secara terang-terangan Tel Aviv. Sementara itu Israel telah mengeluarkan pernyataan dengan kata-kata yang hati-hati tidak membenarkan atau menyangkal keterlibatan.

"Tidak setiap insiden yang terjadi di Iran harus ada hubungannya dengan kami," kata Menteri Pertahanan Israel Benny Gantz pada Minggu. Menteri Luar Negeri Israel Gabi Ashkenazi lebih jauh mengatakan bahwa dalam upaya untuk memblokir Iran dari mengembangkan kemampuan nuklir, "kami mengambil tindakan yang lebih baik dibiarkan tanpa terungkap."

Insiden pertama terjadi pada 26 Juni, di fasilitas penyimpanan gas di Parchin dekat Teheran. Empat hari kemudian diikuti oleh ledakan di fasilitas medis yang menewaskan 19 orang, dan dikaitkan dengan tidak berfungsinya tangki oksigen.

Sebuah bangunan di fasilitas nuklir Natanz dilaporkan sentrifugal perumahan meledak beberapa hari setelah itu, dengan beberapa media lokal menggambarkannya sebagai serangan yang disengaja.

Pada Sabtu, terjadi kebakaran di pembangkit listrik Shahid Medhaj Zargan di Kota Ahvaz, setelah ledakan trafo listrik. Sebuah pipa klorin pecah di Perusahaan Petrokimia Karun, selatan Ahvaz, melukai 70 orang kemudian pada hari yang sama.

Setidaknya dua orang tewas dalam ledakan besar di sebuah pabrik di Baqershahr dekat Teheran pada Senin (6/7/2020), yang secara resmi disebabkan oleh "kelalaian dalam mengisi tangki oksigen."

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini