Wabah Pneumonia Mematikan Menyebar di Kazakhstan, China Peringatkan Warganya

Rahman Asmardika, Okezone · Jum'at 10 Juli 2020 14:55 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 10 18 2244300 wabah-pneumonia-mematikan-menyebar-di-kazakhstan-china-peringatkan-warganya-2FpeFWb6Mo.jpg Foto: Reuters.

NUR-SULTAN - Kedutaan besar China di Kazakhstan telah memperingatkan warganya di negara Asia Tengah itu untuk berhati-hati di tengah wabah besar pneumonia, yang tampaknya lebih mematikan daripada virus corona baru.

Antara Covid-19 dan wabah pneumonia, para diplomat China menggambarkan situasi kesehatan di Kazakhstan sebagai "sangat suram".

Penyataan di situs kedutaan mengatakan bahwa sejak awal tahun, 1.772 orang telah meninggal karena pneumonia di Kazakhstan. Pada bulan Juni saja, ada 628 korban jiwa, termasuk warga negara China.

"Tingkat kematian penyakit ini jauh lebih tinggi daripada pneumonia virus corona baru," katanya sebagaimana dilansir RT. Kementerian Kesehatan Kazakhtan dan badan ilmiah lainnya telah melakukan "studi banding" pada virus pneumonia dan Covid-19, tetapi belum ada temuan pasti yang dibuat, kedutaan menambahkan.

Para diplomat mendesak warga untuk mengambil tindakan pencegahan yang sama dengan penyakit Covid-19, yang berasal dari Wuhan China pada Desember dan telah menginfeksi lebih dari 12 juta orang di seluruh dunia, menewaskan lebih dari 550.000.

Warga China di Kazakhstan disarankan untuk tidak meninggalkan rumah mereka tanpa kebutuhan mendesak, untuk menghindari tempat-tempat ramai, mengenakan masker, sering mencuci tangan dan dengan cepat mencari bantuan medis jika ada gejala.

Kementerian Kesehatan Kazakhstan mengatakan telah mendaftarkan lebih dari 32.000 kasus pneumonia dan lebih dari 9.400 kasus Covid-19 antara 29 Juni dan 5 Juli. Selama periode ini, 451 orang dengan pneumonia dan 76 pasien virus corona meninggal.

Kepala pejabat kebersihan, Ayzhan Esmagambetova, memperingatkan bahwa tingkat kematian akibat pneumonia telah meningkat di Kazakhstan empat kali lipat pada Juni ini dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Dia menunjukkan bahwa banyak dari mereka yang sakit tidak didiagnosis dengan Covid-19. Namun, ini bisa dijelaskan dengan fakta bahwa tes virus corona seringkali kurang presisi, tambah pejabat itu.

Presiden Kazakhstan Kassym-Jomart Tokayev pada Rabu (8/7/2020) mengatakan bahwa negara itu sedang mengalami "gelombang virus corona kedua ditambah dengan kenaikan besar dalam kasus pneumonia."

Keputusan itu dibuat bahwa semua pasien pneumonia akan menerima perawatan yang sama yang akan mereka terima jika mereka memiliki virus corona, kata Esmagambetova.

Lonjakan kasus pneumonia telah menjadi ujian berat bagi sistem kesehatan Kazakhtan musim panas ini karena menghadapi kekurangan tempat tidur rumah sakit, staf medis, peralatan tes dan obat-obatan. Pemerintah bereaksi terhadap krisis dengan memecat menteri kesehatan yang mengidap pneumonia sendiri, dan mengumumkan karantina dua minggu, mulai 5 Juli.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini