BLITAR – Seorang dokter di Kabupaten Blitar, Jawa Timur dikonfirmasi meninggal dunia akibat terpapar virus corona saat merawat pasiennya. Dokter bernama dr. Pepriyanto Nugroho (51) merupakan pemilik klinik swasta di Desa Babadan, Kecamatan Wlingi, Kabupaten Blitar. Dari kliniknya pula penularan corona juga terjadi akibat satu pasien yang sempat dirawat ternyata terkonfirmasi positif corona.
Juru Bicara Satgas Covid-19 Kabupaten Blitar Krisna Yekti membenarkan kematian seorang dokter pemilik klinik swasta ini.
“Benar kabar tersebut, yang bersangkutan meninggal dunia pada siang tadi pukul 13.27 WIB setelah menjalani perawatan di rumah sakit di Kota Malang sejak 26 Juni 2020,” ujar Krisna Yekti, saat dihubungi pada Jumat (10/7/2020) malam.
Baca Juga: Dua Kelurahan di Depok Masih Tinggi Kasus Covid-19
Berdasarkan penelusuran Tim Satgas Covid-19, klinik dokter Nugroho kedatangan pasien perempuan (51) asal Desa Butun, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar. Pasien saat itu dirawat di klinik karena gula darahnya tinggi. Setelah dirawat selama tiga hari, pasien dipulangkan karena kondisinya membaik.
Namun berselang sehari kemudian, pasien tersebut mengeluhkan sesak dan dirujuk ke RSUD Ngudi Waluyo Wlingi, Kabupaten Blitar, dengan status pasien dalam pengawasan (PDP).
Saat dilakukan perawatan inilah pasien tersebut akhirnya meninggal dunia dan hasil swab test-nya keluar beberapa hari kemudian, dinyatakan positif Covid-19. Selanjutnya, pasien perempuan tersebut juga menulari tiga anaknya yang dinyatakan positif corona.