Musim Kemarau, 6 Kecamatan di Gunungkidul Mulai Kesulitan Air Bersih

Kuntadi, Koran SI · Rabu 15 Juli 2020 13:52 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 15 510 2246724 musim-kemarau-6-kecamatan-di-gunungkidul-mulai-kesulitan-air-bersih-1Z2eV7I9OL.jpg Ilustrasi (Foto: Dokumentasi Okezone)

GUNUNGKIDUL – Memasuki musim kemarau, warga di Kabupaten Gunungkidul sudah mulai kesulitan mendapatkan air bersih. Setidaknya ada enam kecamatan atau kapanewon yang warganya mulai membeli air bersih.

“Laporan yang masuk sudah ada enam kapanewon yang melaporkan wilayahnya terpapar kekeringan,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul, Eddy Basuki kepada wartawan, Rabu (15/7/2020).

Enam kapanewon ini, terdiri atas Girisubo, Rongkop, Semanu, Tepus, Paliyan dan Saptosari. Selama ini wilayah tersebut menjadi langganan kekeringan. Saat ini persediaan air bersih mulai menipis dan sumber air bersih juga mengering. Hanya detail wilayah yang sudah terdampak belum dilaporkan secara rinci.

“Permintaan dropping air bersih belum ada, kemungkinan masih membeli dari swasta,” katanya.

BPBD Gunungkidul menyiapkan anggaran sebanyak Rp700 juta, untuk mengantisipasi kekeringan ini. Mereka juga tengah melakukan pemetaan, bersama dengan relawan yang ada di setiap kalurahan atau kapanewon.

Dukuh Bareng, Kalurahan Kemiri, Kepanewonan Tanjungsari, Winarsih mengatakan semenjak tidak ada hujan turun, wilayahnya mulai kesulitan air bersih. Banyak sumber yang tidak mengeluarkan air. Warga terpaksa membeli dari swasta dengan harga antara Rp150.000 hingga Rp170.000 setiap satu tangki air berisi 5.000 liter.

Sebagian warga lainya, masih mencari sumber air yang masih ada. Namun mereka harus berjalan cukup jauh di lereng perbukitan.

“Tidak ada hujan, warga terpaksa beli air. Kalau cari lumayan jauh,” katanya.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini