Diduga Siksa Saksi Kasus Pembunuhan, 9 Oknum Polisi Dicopot

Wahyudi Aulia Siregar, Okezone · Rabu 15 Juli 2020 10:55 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 15 608 2246605 diduga-siksa-saksi-kasus-pembunuhan-9-polisi-dicopot-GEqI164BLE.jpg Ilustrasi. Foto: Istimewa

MEDAN – Sebanyak 9 orang oknum polisi dicopot dari posisi masing-masing lantaran diduga terlibat dalam penganiayaan mengarah kepada penyiksaan terhadap seorang saksi kasus pembunuhan di Mapolsek Percut Seituan pada pekan lalu. Dari 9 orang itu kini enam di antaranya melanggar prosedur.

Demikian dikatakan Kabid Humas Polda Sumatera Utara Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja kepada wartawan di Medan, Selasa (14/7/2020).

Tatan menyebutkan, keputusan bersalah terhadap keenam oknum polisi itu, diambil setelah pihaknya melakukan pemeriksaan secara mendalam terhadap kesembilan orang yang dibebastugaskan itu.

"Kita akui caranya salah makanya kita bebas tugaskan ke 9 oknum tersebut. Kemudian kita melakukan pemeriksaan secara mendalam, lalu 6 orang dinyatakan bersalah," sebut Tatan.

Kendati begitu, Tatan tidak menyebutkan identitas keenam personel Polsek Percut Seituan tersebut. Namun menurutnya keenam oknum tersebut akan menjalani sidang disiplin dalam waktu dekat. "Dalam waktu dekat akan dilakukan sidang disiplin," ujarnya.

Untuk diketahui, saksi kasus pembunuhan yang menjadi korban penyiksaan adalah Sarpan (57). Sarpan menjadi saksi atas kasus pembunuhan terhadap Dodi Sumanto (40) pada Kamis 2 Juli 2020 lalu.

Baca Juga: Dendam Lama, Abang Adik Kompak Membunuh

Saat pembunuhan itu terjadi, Dodi dan Sarpan yang merupakan tukang bangunan tengah bekerja melakukan renovasi di rumah orangtua A, tersangka dalam kasus pembunuhan itu.

Belum jelas apa motif di balik pembunuhan itu. Namun korban Dodi tewas setelah kepalanya dipukul sebanyak dua kali dengan menggunakan cangkul oleh tersangka A.

Atas kasus pembunuhan itu, Sarpan pun diperiksa sebagai saksi. Namun selain dimintai keterangan, Sarpan juga ditahan di Mapolsek Percut Seituan selama 5 hari. Padahal statusnya hanya saksi dan bukan tersangka.

Selama dalam tahanan, Sarpan mengaku disiksa sejumlah orang yang tak dikenalnya. Akibat penyiksaan itu, Sarpan pun mengalami trauma. Dia juga mengalami luka-luka di bagian wajah dan badannya.

Keluarga yang mendapat informasi Sarpan disiksa di kantor polisi, kemudian sempat berunjukrasa di depan Mapolsek Percut Seituan. Mereka meminta agar Sarpan segera dibebaskan.

Massa aksi juga menuding polisi melakukan pelanggaran prosedur dalam penahanan Sarpan. Setelah Sarpan dibebaskan, didapati luka-luka di tubuh dan wajahnya karena penganiayaan. Penganiayaan itu pun kemudian dilaporkan ke Seksi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polrestabes Medan.

Atas laporan itu, 9 orang anggota Polsek Percut Seituan dibebastugaskan. Termasuk Kapolsek Percut Seitua Kompol Otniel Siahaan. Belakangan sebanyak 6 orang dari 9 orang yang dibebastugaskan dinyatakan bersalah melakukan penganiayaan.

(abp)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini