Spanyol Gelar Upacara Kenang Korban Covid-19

Rahman Asmardika, Okezone · Jum'at 17 Juli 2020 09:48 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 17 18 2247750 spanyol-gelar-upacara-kenang-korban-covid-19-Kwzf1uFBYy.jpg Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez meletakkan bunga mawar putih di dekat obor pada acara peringatan mengenang korban Covid-19, Madrid, 16 Juli 2020. (Foto: AFP)

MADRID – Spanyol menggelar upacara untuk memperingati dan mengenang puluhan ribu orang yang meninggal akibat pandemi virus corona di negara itu. Negeri Matador merupakan salah satu negara yang memiliki jumlah korban jiwa tertinggi di dunia, mencatat 28.413 korban meninggal dunia akibat Covid-19, dengan banyak di antaranya adalah petugas medis.

Upacara peringatan di Ibu Kota Madrid itu dipimpin Raja Spanyol Felipe VI dan dihadiri oleh sekira 400 tamu yang terdiri dari pejabat Uni Eropa (UE), organisasi internasional, dan undangan. Di antara para tamu terlihat Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen, Presiden Parlemen Eropa David Sassoli dan Presiden Dewan Eropa Charles Michel.

BACA JUGA: Angka Kematian Melonjak, Spanyol Umumkan Berkabung Bagi Korban Meninggal Covid-19

Tamu penting lainnya yang juga hadir adalah Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Tedros Adhanom Ghebreyesus dan Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg. Beberapa kerabat korban dan petugas kesehatan juga hadir, demikian diwartakan Deutsche Welle.

Raja Spanyol Felipe VI berpidato pada upacara mengenang korban Covid-19, Madrid, 16 Juli 2020. (AFP)

Pemerintah Spanyol telah menyuarakan harapan bahwa upacara itu akan membantu mengatur suasana positif menjelang KTT dua hari Uni Eropa yang akan dimulai pada Jumat (17/7/2020). KTT kemungkinan akan membahas mengenai paket pemulihan €750 miliar yang diusulkan untuk mendukung ekonomi negara-negara anggota, dengan beberapa negara menyerukan agar uang dicairkan bukan sebagai hibah, tetapi sebagai pinjaman yang terkait dengan reformasi ekonomi yang mengikat.

BACA JUGA: Para Dokter di Spanyol Terpaksa Memilih Siapa yang Akan Mati karena Virus Corona

Selain menderita salah satu korban kematian terburuk di dunia akibat penyakit ini, Spanyol telah menjadi salah satu negara yang paling terpukul oleh kemerosotan ekonomi dampak dari pandemi virus corona. Negara itu baru saja melonggarkan pengunciannya yang berlangsung selama tiga bulan dengan pembatasan ketat pada kebebasan bergerak penduduknya.

Foto: AFP.

Bulan lalu, Spanyol mengadakan 10 hari berkabung resmi untuk korban virus corona. Negara itu mencatat 258.000 kasus Covid-19, dengan angka kematian hampir mencapai 30.000, meski ada dugaan jumlah sebenarnya mungkin beberapa ribu lebih tinggi.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini