Ariza menerangkan, peningkatan kasus Covid-19 terjadi karena warga yang sudah jenuh dan lelah lantaran Pemprov DKI Jakarta telah menerapkan PSBB sejak April 2020 lalu.
"Disebabkan oleh, satu memang masyarakat kita sudah jenuh, capek, kemudian juga euforia sehingga ingin keluar. Kedua, memang sebagian masyarakat kita belum sepenuhnya disiplin, patuh, dan taat. Untuk itu kita minta, seluruh masyarakat meningkatkan kedisiplinan, ketaatan dan kepatuhan untuk melaksanakan protokol Covid," terangnya.
Baca juga: Tiadakan SIKM, Ini Alasan Pemprov DKI
Politisi Partai Gerindra itu menerangkan, peningkatan kasus Covid-19 juga terjadi lantaran DKI melakukan peningkatan dalam menyelenggarakan swab test guna mengendalikan penyebaran corona.
"Konsekuensi testing yang kami lakukan memang ditemukan adanya penyebaran di beberapa tempat. Kami membuka data secara terbuka, secara transparan, dan terus melakukan identifikasi, testing, tracing, tujuannya adalah dalam rangka mempercepat identifikasi penyebaran Covid sehingga kita bisa melakukan penanganan, penanggulangan dan pencegahan," ujarnya.