18 Orang di Tasikmalaya Meninggal Dunia karena DBD, 12 di Antaranya Anak-Anak

Asep Juhariyono, iNews · Kamis 23 Juli 2020 08:53 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 23 525 2250745 18-orang-di-tasikmalaya-meninggal-dunia-karena-dbd-12-di-antaranya-anak-anak-nymgUNphs0.jpg Seorang anak di Tasikmalaya meninggal karena DBD (Foto: iNews/Asep)

TASIKMALAYA - Korban meninggal dunia akibat penyakit demam berdarah dengue (DBD) di Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, terus bertambah menjadi 18 orang, menyusul seorang balita meninggal diduga DBD saat menjalani perawat di Rumah Sakit Umum Daerah Dokter Soekardjo, Kota Tasikmalaya, Rabu malam (22/7/2020).

Seorang balita laki-laki berusia 1 tahun asal Kelurahan Cipari, Kecamatan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya, meninggal dunia diduga akibat demam berdarah dengue (DBD) pada Rabu malam, 22 Juli 2020. Korban meninggal saat menjalani perawatan di RSUD Dokter Soekardjo Tasikmalaya.

Salah seorang keluarga korban, Muhidin mengatakan, keponakannya tersebut masuk rumah sakit sejak tiga hari lalu. Awalnya, suhu tubuh keponakanya itu tinggi. Oleh orang tuanya, ia dibawa ke dokter anak.

Namun ketika kondisi semakin parah, keluarga merujuk korban ke rumah sakit. Namun setelah menjalani rawat inap selama tiga hari, korban meninggal dunia. Korban kemudian dibawa ke instalasi pemulasaraan jenazah. Berdasarkan keterangan dokter, keponakannya itu meninggal karena DBD.

"Di sekitar rumah sudah ada beberapa warga yang menderita DBD, sudah ada fogging dari pemerintah daerah juga beberapa waktu lalu, " Jelas Muhidin.

Sementara itu, petugas instalasi pemulasaraan jenazah RSUD dr Soekardjo, Dona Dermawan mengatakan, pihaknya menjemput pasien yang meninggal dari ruang pediatric insensitive care unit (PICU).

"Dari keterangan dokter yang merawatnya, pasien meninggal menderita DBD," jelas Dona.

Sementara itu, Menurut Kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, Dokter Uus Supangat, kasus DBD di Kota Tasikmalaya sudah sekitar 1.000 orang, dan saat ini masih ada yang menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit antara 25 hingga 30 orang/

"Kami terus melakukan pemberantasan sarang nyamuk dan pengasapan di hampir semua kecamatan. Kami juga menghimbau agar masyarakat terus melakukan pola hidup sehat untuk mencegah penyebaran DBD," jelasnya.

Dengan meninggalnya balita tersebut, kasus kematian akibat DBD di Kota Tasikmalaya kembali meningkat. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, kasus DBD sejak Januari 2020 tercatat sekitar 1.000 kasus/ di mana 17 di antaranya meninggal dunia.

Adanya tambahan kasus kematian akibat DBD pada Rabu malam, 22 Juli membuat angka bertambah menjadi 18 orang meninggal dunia, dan dari total kasus kematian, 12 di antaranya masih berusia anak.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini