JAKARTA - Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 sekaligus Ketua Tim Pakar Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito mengatakan, vaksin Covid-19 buatan dalam negeri juga sedang dikembangkan.
Wiku mengatakan, hampir 200 negara lebih di dunia sedang berlomba-lomba untuk membuat vaksin Covid-19. “Nah, vaksin seluruh dunia berlomba-lomba. Banyak sekali hampir 200 (negara) lebih inisiatif untuk membuat vaksin. Ini seperti pertandingan. Siapa yang paling cepat termasuk Indonesia ingin bertanding supaya betul-betul bisa melindungi masyarakatnya,” katanya di Media Center Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Graha BNPB, Jakarta, Jumat (24/7/2020).
Baca Juga: Update Corona 23 Juli: Positif 93.657, Sembuh 52.164 & Meninggal 4.576
Wiku menganalogikan bahwa pembuatan vaksin ini seperti perlombaan antar-negara. Saat ini, Indonesia sedang tahap uji klinis vaksin Covid-19 dari Sinovac China yang bekerjasama dengan Biofarma dan Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran.
“Pertandingan itu menarik, kalau kita mulai dari start mungkin kita akan lama. Maka ada yang sudah start duluan yaitu China. Sinovac dari China itu sudah start duluan. Nah, sekarang mau kerjasama dengan Biofarma di Indonesia dan FK Unpad dalam rangka uji klinisnya. Nah, ini salah satu cara bertanding yang sudah lebih ke depan. Jadi, kita enggak melakukan dari awal,” kata Wiku.
Namun, Wiku mengatakan bahwa di Tanah Air juga sedang dikembangkan vaksin Covid-19 oleh Konsorsium Eijkman. “Jadi, ada juga yang bikin dari awal, dari dalam negeri sendiri konsorsium Eijkman itu bersama juga dengan Biofarma,” kata Wiku.
Wiku mengatakan dalam mengembangkan vaksin Covid-19 harus mengedepankan pendekatan inklusivitas untuk mengejar ketertinggalan. “Harusnya kalau kita menggunakan pendekatan inklusivitas seluruh sumber daya di indonesia dijadikan satu para ahlinya, bisa jadi kita bisa mengejar ketertinggalan,” tuturnya.
Baca Juga: Ditanya Kapan Pandemi Corona Berakhir, Ini Jawaban Jubir Satgas Penanganan Covid-19
Dengan begitu, kata Wiku kemandirian bangsa dalam memproduksi vaksin Covid-19 akan terwujud. “Bukan hanya mengejar ketertinggalan dari apa yang sudah kita lakukan sendiri. Tapi dari produksi dalam negeri. Ini adalah bagian dari kemandirian bangsa yang harus kita lakukan. Gotong-royong itu penting, inklusivitas itu penting. Jadi, kalau ekskusif, nanti kita malah bersaing dengan saudara kita sendiri. Jadi, mari kita bertanding sama-sama yang cepat sekali,” tuturnya.
(Arief Setyadi )