Ibu Korban Paparkan Kronologi Kasus Anaknya Disiksa dan Dicabut Kukunya

Fachrizal, iNews · Sabtu 25 Juli 2020 15:23 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 25 608 2251995 anaknya-disiksa-dicabut-kukunya-begini-kronologinya-menurut-ibu-korban-zT6NI1eoiI.jpg Ibu korban penyiksaan, Arbiyah. Foto: iNews

LABUHANBATU SELATAN – Penyiksaan dengan cara kuku dicabut diduga terjadi di Labuhanbatu Selatan (Labusel), Sumatera Utara. Kasus tersebut kini ditangani polisi.

Korban, Muhammad Jefry Yono (21) telah melapor ke polisi, tepat saat dirinya merasa pulih. Ia yang merupakan sopir melaporkan bosnya, yaitu pria berinisial IF (27) seorang anggota dewan.

Sementara ibu korban, Arbiyah menceritakan kronologi kasus anaknya disiksa. Kata dia penyiksaan kepada anaknya terjadi pada Minggu (28/6/2020) siang sekira pukul 23.05 WIB di Kecamatan Torgamba, Kabupaten Labusel.

Korban meminjam sepeda motor milik pelaku sekira pukul 14.00 WIB. Kemudian, Muhammad Jefry Yono mendapat telefon dari pelaku IF sekira pukul 23.00 WIB menayakan tentang keberadaan sepeda motor yang dipinjamkannya.

Korban yang merasa ketakutan menginformasikan keberadaanya di suatu hotel di Kecamatan Bilah Hulu, Kabupaten Labuhanbatu. Kemudian IF bersama tiga orang rekannya menjemput Muhammad Jefri Yono menggunakan mobil untuk dibawa ke Cikampak, Kecamatan Torgamba, Kabupaten Labusel.

Sesampainya di Desa Gapura, Kampung Sawah, Kecamatan Torgamba, Muhammad Jefry Yono di interogasi terkait keberadaan sepeda motor. Saat perselisihan berlangsung, IF bersama rekannya memukul Muhammad Jefry Yono mengunakan benda-benda tumpul karena merasa tidak mendapatkan jawaban yang memuaskan.

IF kembali menyiksa Muhammad Jefry Yono hingga akhirnya mencabut kuku kelingking kaki kirinya. Beruntung, warga yang melihat berinisiatif membantunya, sehingga nyawanya bisa terselamatkan.

Baca Juga:  Anaknya Disiksa Dicabut Kukunya, Ibu: Saya Mohon Pak Polisi Memproses Kasus Ini 

Setelah kejadian itu, Arbaiyah membawa anaknya ke Rumah Sakit Umum yang berada di Kota Rantauprapat untuk mendapatkan perawatan lebih intensif.

Arabaiyah mengatakan, walapun kasus ini terjadi pada Juni 2020, namun baru bisa membuat laporan ke Polres Labuhanbatu (9/7/2020) setelah kondisi kesehatan anaknya mulai membaik.

Ia berharap dengan adanya laporan tersebut, pelaku dapat ditindak. "Saya mohon Pak Polisi memproses kasus ini," pintanya.

Sementara, pihak kepolisian masih menangani kasus ini. “Sudah kita tangani dan proses penyelidikan," jelas Kasat Reskrim Polres Labuhanbatu, AKP Parikhesit, Jumat 24 Juli 2020.

Baca Juga: Diduga Siksa Saksi Kasus Pembunuhan, 9 Oknum Polisi Dicopot 

(abp)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini