Ini Sosok Tukang Jahit si Penantang Gibran di Pilwalkot Solo

Septyantoro Aji Nugroho, iNews · Selasa 28 Juli 2020 14:27 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 28 512 2253337 ini-sosok-tukang-jahit-si-penantang-gibran-di-pilwalkot-solo-pjwYNx0zwt.jpg Pasangan dari jalur independent Bagyo dan FX Supardjo di Pilwalkot Solo (foto: Solopos)

SOLO – Pemilihan kepala daerah bakal di gelar dalam waktu dekat. 23 Desember 2020 ditetapkan  sebagai pilkada serentak 2020. Sejumlah calon mulai mempersiapkan untuk bertarung diperhelatan lima tahunan ini. Bahkan, putra sulung Presiden RI Joko Widodo (Jokowi), Gibran Rakabuming Raka ikut ambil bagian.

Gibran secara resmi dicalonkan oleh PDIP Perjuangan untuk majudi pilwalkot Solo berpasangan dengan Teguh Prakoso. Untuk bisa mengalahkan putra pertama Presiden Jokowi ini, perlu calon lain yang didukung partai kuat juga. (Baca Juga: Tukang Jahit & Ketua RW Tantang Gibran di Pilkada Solo, Batal Lawan Kotak Kosong?)

Namun, bagi pasangan dari jalur independent Bagyo Wahyono - FX Supardjo alias BAJO, tanpa didukung parpol mereka yakin bisa memenangkan kontestasi ini, meskipun harus bertarung melawan sang putra orang nomor satu di negeri ini.

Bagyo mengaku sudah memenuhi perbaikan dokumen, setelah sebelumya menyerahkan persyaratan dan kini tangah menjalani verifikasi administrasi yang dilakukan KPU Solo dan berpotensi lolos.

Pasangan calon Wali Kota Solo dari jalur independen ini, yakni Bagyo Wahyono-FX Supardjo alias Bajo, yang berprofesi sebagai tukang jahit dan Ketua RW melanjutkan ke tahap verifikasi administrasi.

Bahkan dengan syarat minimal dukungan yang sudah terpenuhi ini, BAJO berpeluang besar lolos verifikasi KPU dan menjadi salah satu kontestan di Pilwalkot Solo 2020.

Suryo Baruno, Devisi Teknis Penyelenggaraan Pemilu Kota Solo menjelaskan KPU Solo telah menerima persyaratan dokumen perbaikan perbaikan dukungan BAJO untuk maju sebagai kontestan Pilwalkot 2020 jalur independen.

Perbaikan dokumen ini adalah 21.063 syarat dukungan berupa form B1 KWK perseorangan perbaikan kemudian B1.1 KWK perseorangan perbaikan dan b2 kwk perseorangan perbaikan/ dari 21.063 perbaikan terebut setelah dicek kelengkapakn yaitu jumlah 19.551 B1 KWK perseorangan perbaikan dinyatakan lengkap dan yang tidak lengkap berjumlah 1.512 dokumen.

(Baca JUga: PDIP Resmi Rekomendasikan Gibran Maju Pilwalkot Solo 2020, Pakar: Sudah Bisa Ditebak)

“Dengan jumlah persebaran lima kecamatan, selanjutnya tahapan verifikasi administrasi yang berlangsung dari 27 juli hingga 4 agustus 2020,” ujar Suryo.

Keikut sertaan BAJO dalam pilwalkot solo 2020 ini mengukir sejarah sebagai pasangan cawali-cawawali pertama dari jalur independen di Pilkada Solo, karena selama ini belum pernah ada paslon jalur perseorangan di Pilkada Solo.

Menyinggung visi misinya sebagai Balon Wali Kota Solo, Bagyo menyatakan, visi dan misinya sebagai Balon dari jalur independen sepenuhnya diberikan kepada masyarakat. Dia menegaskan, visi misinya adalah memenuhi keinginan masyarakat agar kepala daerah berasal dari rakyat kecil.

"Kami menjadi pion dalam mencalonkan diri. Kami tidak punya apa-apa tapi akan maju terus. Sebagai wong cilik, kami tidak takut menjadi wali kota. Keinginan kita adalah perubahan. Visi misi kita sama seperti yang mereka inginkan," ujar Bagyo Wahyono lagi.

Bagyo merupakan warga RT001/06 Keluarahan Penumping, Kecamatan Laweyan, yang sehari-harinya bekerja sebagai tukang jahit.

Sedangkan FX Supardjo adalah warga RT 001/07 Karangturi, Keluarahan Pajang, Kecamatan Laweyan. Mereka dicalonkan oleh sebuah yayasan di Solo beranama Tikus Pithi, yang mengklaim sebagai organisasi dengan jumlah anggota ratusan ribu.

(amr)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini