Tidak setiap hari nasih bungkus yang mereka jajakan habis terjual. Sovi dan adiknya tetap semangat menjual dagangannya hingga siang hari.
Beruntung, masih banyak calon pembeli yang iba melihat kegigihan mereka berdua. Para pembeli memberikan uang lebih saat membeli nasi bungkus.
"Dulu saat sekolah, saya membantu cuci piring dan bersih-bersih rumah. Ibu bangun jam 01.00 dan saya jam 03.00," kata Sovi, Rabu (29/7/2020).
Sovi yang tinggal di rumah kost berukuran 4 kali 3 meter, di kawasan Desa Kureksari, Kecamatan Waru, Sidoarjo, Jawa Timur ini mengaku kadang kala nasi bungkusnya tersisa banyak. "Tidak mesti, namanya berjualan kadang sisa banyak. Tidak tentu," ujarnya.

Setiap hari, Sovi bersama sang ibu mempersiapkan 50 bungkus nasi campur. Sejak ayahnya meninggal dunia, Sovi bersama ibunya harus berjuang memenuhi kebutuhan hidup termasuk kebutuhan sekolah dirinya dan adiknya.
Apapun rela ia lakukan asal bisa menuntut ilmu untuk masa depannya kelak.
(Fetra Hariandja)