Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Diterjang Peluru Nyasar, Gadis 12 Tahun Tewas dalam Perang Antar Geng Swedia

Rahman Asmardika , Jurnalis-Selasa, 04 Agustus 2020 |17:54 WIB
Diterjang Peluru <i>Nyasar</i>, Gadis 12 Tahun Tewas dalam Perang Antar Geng Swedia
Foto: EPA.
A
A
A

STOCKHOLM – Kematian seorang gadis 12 tahun yang tewas akibat peluru nyasar dalam perang antar geng di Swedia telah memicu kemarahan warga. Insiden itu kembali memicu perdebatan tentang penanganan kekerasan terkait geng.

Menurut media setempat, gadis yang tidak disebutkan namanya itu tewas dalam penembakan drive-by di sebelah pompa bensin pada Minggu (2/8/2020). Polisi telah meluncurkan penyelidikan tetapi belum melakukan penangkapan.

Para pejabat telah bersumpah untuk lebih menindak kejahatan kekerasan. Insiden yang melibatkan geng meningkat dalam beberapa tahun terakhir.

BACA JUGA: Penembakan di Swedia Lukai Tiga Orang, Pelaku Masih Buron

Polisi dipanggil ke lokasi penembakan, selatan Stockholm, pada Minggu dini hari.

Perincian tentang apa yang terjadi belum dikonfirmasi secara resmi, tetapi media setempat melaporkan bahwa orang-orang bersenjata itu membidik dua anggota geng kriminal, dan tidak bermaksud menembak anak itu.

Pada Senin (3/8/2020) orang-orang menaruh bunga dan lilin di tempat kejadian, dengan beberapa menyerukan tindakan yang lebih keras terhadap kekerasan geng di negara itu.

"Ini tidak bisa terjadi lagi. Ini adalah gadis berusia 12 tahun," kata seorang wanita kepada kantor berita AFP.

BACA JUGA: Penembakan Diduga Terkait Geng Motor Terjadi di Swedia, 7 Luka dan 12 Ditangkap

Menteri Kehakiman Morgan Johansson mengatakan kepada kantor berita lokal TT bahwa dia kecewa dan jijik dengan kematian gadis itu, ketika dia berjanji "lebih banyak polisi dan hukuman yang lebih keras".

Kepala Kepolisian Nasional Anders Thornberg mengatakan pihak berwenang akan "memperbaiki keadaan ketika terjadi kekerasan yang semakin serius di masyarakat", sementara anggota parlemen oposisi Johan Forssell mengatakan perlu ada pemikiran ulang "untuk membuat Swedia lebih aman."

Tahun lalu Swedia mengumumkan bahwa mereka telah membentuk satuan tugas khusus untuk memerangi kekerasan geng di negara itu di tengah meningkatnya insiden. Polisi telah diberikan tambahan kekuatan pengawasan dan hukuman untuk narkoba dan kejahatan terkait senjata telah meningkat dalam beberapa tahun terakhir.

Nenurut data polisi, 20 orang tewas dalam 163 penembakan dalam enam bulan pertama tahun ini. Sementara pada 2019, 42 orang tewas dalam 334 penembakan yang dilaporkan.

Polisi mengatakan para penjahat yang terlibat dalam kejahatan senjata seringkali terhubung dengan perdagangan narkoba.

(Rahman Asmardika)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement