SUBANG - Pemerintah masih melarang sekolah menggelar kegiatan belajar mengajar secara tatap muka. Sayangnya, tidak semua orang tua murid mampu memenuhi kenutuhan penunjang seperti polsel dan data internet bagi anaknya.
Kenyataan ini dialami sebagian siswa di Kecamatan Blanakan, Subang, Jawa Barat. Sebagian siswa tidak memiliki ponsel, namun memiliki keinginan kuat untuk menimba ilmu.
Merasa tergugah, seorang guru, Novi akhirnya mengajak para muridnya belajar aecara tatap muka di areal pesawahan. Upaya itu dilakukan Novi agar muridnya tidak tertinggal pelajaran dan semangat kembali untuk belajar.
Novi mengunjungi siswanya yang bersekolah di SDN Samudra Jaya, Kecamatan Blanakan, Subang mendatangi para muridnya untuk belajar secara langsung. Sebagai pemicu menambah semangat, sang guru mengajak anak didiknya belajar di sebuah saung yang berada di areal pesawahan.

Dalam proses belajar, guru membagi muridnya secara berkelompok dan bergilir untuk menghindari kerumunan. Belajar secara tatap muka lebih efektif dibandingkan online.
Baca juga: Berbekal Internet Gratis, Puluhan Siswa Belajar di Tengah Kuburan
Rupanya, belajar secara langsung di areal pesawahan ini disambut antusias para murid. Mereka mengaku senang karena tetap dapat belajar, meski merindukan belajar di kelas seperti sebelum terjadinya pandemi Covid-19.

"Memang cara ini ada kendalanya juga. Tidak seperti di sekolah. Kami harus membagi kelompok dan pasti memakan waktu," kata Novi, Selasa (4/8/2020).
Baca juga: Sempat Menangis, Siswa Ini ke Sekolah Sendiri karena Tak Punya Ponsel
Meski belajar secara langsung, Novi meminta seluruh siswanya menerapkan protokol kesehatan. Seluruh siswa wajib mencuci tangan, menjaga jarak dan menggunakan masker.
(Fetra Hariandja)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.