Potret Perjuangan Pelajar di Perbatasan Naik Turun Gunung demi Sinyal Internet

Uun Yuniar, · Rabu 05 Agustus 2020 16:18 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 05 340 2257443 potret-perjuangan-pelajar-di-perbatasan-naik-turun-gunung-demi-sinyal-internet-eEC74QP7zC.jpg Ayu, siswa sekoolah di perbatasan kesulitan belajar lantaran susah internet (foto; iNews)

BENGKAYANG - Sejumlah pelajar di Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat harus berjuang ekstra untuk bisa tetap mengikuti kegiatan belajar di masa pandemi Covid-19. Lantaran tidak bisa belajar tatap muka, para siswa diharuskan belajar sacara online.

Hanya saja, tidak semua siswa beruntung bisa menikmati internet bagus layaknya di kota-kota besar. Bagaimana dengan nasib siswa yang berada di pelosok desa atau di wilayah-wilayah perbatasan.

Salah satu contoh nyata dialami pelajar di Sentabeng, Desa Sekida, Kecamatan Jagoi Babang, Kabupaten Bengkayang, Kalbar yang demi mendapatkan sinyal bagus untuk belajar daring harus melewati hutan dan bukit.

Ayu, pelajar SMP 5 Sejaro setiap harinya sejak matahari baru terbit dia harus memulai perjalanan untuk bisa sampai di lokasi bagus yakni dekat perkotaan. Pelajar ini tinggal tidak jauh dari perbatasan Indonesia – Malaysia.

siswa cari sinyal2

Setiap harinya, mereka harus turun dari rumah pagi hari, melewati jembatan yang terbuat dari bambu, serta hutan dan mendaki bukit yang bernama Bukit Abu.

Kegiatan seperti ini tidak hanya mereka lakukan saat pemberlakuan belajar secara daring saat pandemi, namun sudah sejak lama lantaran di desa mereka tidak ada jaringan internet.

Jangankan internet, di desa mereka pun belum seluruhnya teraliri listrik. “Saya berharap pemerintah memperhatikan kami, yang belum memiliki akses, baik interne, listrik dan juga jalan,” kata Ayu penuh harap.

siswa cari sinyal

Sementara, kepala desa Sekida, Sujianto berharap uluran banrtuan dari pemerintah pusat untuk segera membangun akses jalan, listrik dan telekomunikasi bagi masyarakat yang tinggal di perbatasan,” tutur Sujianto.

Hingga saat ini, baru ada satu pondok seadanya yang ada titik jaringan internet untuk para pelajar belajar secara daring.

(amr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini