BENGKAYANG - Sejumlah pelajar di Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat harus berjuang ekstra untuk bisa tetap mengikuti kegiatan belajar di masa pandemi Covid-19. Lantaran tidak bisa belajar tatap muka, para siswa diharuskan belajar sacara online.
Hanya saja, tidak semua siswa beruntung bisa menikmati internet bagus layaknya di kota-kota besar. Bagaimana dengan nasib siswa yang berada di pelosok desa atau di wilayah-wilayah perbatasan.
Salah satu contoh nyata dialami pelajar di Sentabeng, Desa Sekida, Kecamatan Jagoi Babang, Kabupaten Bengkayang, Kalbar yang demi mendapatkan sinyal bagus untuk belajar daring harus melewati hutan dan bukit.
Ayu, pelajar SMP 5 Sejaro setiap harinya sejak matahari baru terbit dia harus memulai perjalanan untuk bisa sampai di lokasi bagus yakni dekat perkotaan. Pelajar ini tinggal tidak jauh dari perbatasan Indonesia – Malaysia.

Setiap harinya, mereka harus turun dari rumah pagi hari, melewati jembatan yang terbuat dari bambu, serta hutan dan mendaki bukit yang bernama Bukit Abu.
Kegiatan seperti ini tidak hanya mereka lakukan saat pemberlakuan belajar secara daring saat pandemi, namun sudah sejak lama lantaran di desa mereka tidak ada jaringan internet.