Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Pasien Covid-19 Karantina Mandiri di Rumah Berpotensi Jadi Klaster Penularan Baru

Putra Ramadhani Astyawan , Jurnalis-Jum'at, 07 Agustus 2020 |06:31 WIB
Pasien Covid-19 Karantina Mandiri di Rumah Berpotensi Jadi Klaster Penularan Baru
Ilustrasi (Dok. okezone)
A
A
A

BOGOR - Ahli Epidemiologi, Tri Yunis Miko Wahyono mengingatkan Gugus Tugas Covid-19 Kota Bogor agar mengawasi pasien positif covid-19 yang karantina mandiri di rumah dengan protokol kesehatan yang ketat. Pasalnya, jika tidak diawasi dengan baik bisa menjadi klaster penularan baru.

"Berdasarkan data 3 Agustus 2020 di Kota Bogor, ada 46 orang yang dirawat di rumah sakit dan 40 orang karantina mandiri. Jadi, yang dikarantina mandiri ini harus benar-benar diawasi, harus diam di rumah. Kalau mereka butuh bantuan beri bantuan," kata Tri, di Posko Gugus Tugas Covid-19 Kota Bogor, Kamis (6/8/2020).

Kepala Departemen Epidemiologi FKM UI ini menambahkan, selain mengawasi pasien yang dikarantina, pemerintah daerah juga harus menyampaikan pentingnya karantina di rumah dalam upaya memutus rantai penyebaran covid-19.

Dia mengaku merasa terkejut melihat data penyebaran klaster keluarga di Kota Bogor tertinggi jumlahnya dibandingkan klaster lain yakni sebanyak 111 orang atau 36,88 persen sejak 10 Maret hingga 3 Agustus 2020.

"Dari data klaster luar kota, ternyata yang keluar kota menggunakan kendaraan pribadi ada 80 persen. Jadi, harus dievaluasi lagi, sebetulnya penularannya dimana," ungkapnya.

Tri menambahkan, jika Kota Bogor akan menerapkan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB), seharusnya jumlah 86 orang yang dikarantina ini bisa diisolasi dengan baik, baik yang di rumah sakit maupun mandiri. (Kha)

Sementara itu, Ketua Gugus Tugas Covid-19 Kota Bogor Dedie A. Rachim menjelaskan, upaya yang dilakukan Pemerintah Kota Bogor di masa pandemi covid-19 ini tidak hanya sebatas penanganan di bidang kesehatan. Namun, juga termasuk jaring pengaman sosial dan pemulihan ekonomi.

"Jadi, ada tiga poin penting yang ditangani pemerintah, yaitu jaring pengaman sosial pemulihan ekonomi dan tentunya kesehatan," ucap Dedie.

(Abu Sahma Pane)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement