BEKASI - Sebuah video yang menujukan penolakan pemakaman jenazah yang diduga positif virus corona atau Covid-19 di Desa Tanjung Sari, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat viral di group Whatsapp.
Video berdurasi 3.40 menit itu memperlihatkan sejumlah warga menolak jenazah yang diduga positif corona. Puluhan warga terlihat memenuhi Tempat Pemakaman Umum (TPU) yang berada di wilayah Cikarang Utara tersebut.
Kapolres Metro Bekasi Kombes Hendra Gunawan mengatakan, pemakaman jenazah diduga positif corona sempat ditolak karena menerapkan standar operasional prosedur (SOP) Covid-19.
"Yang ditolak SOP-nya, jenazah tetap dimakamkan di TPU tersebut," kata Hendra ketika dikonfirmasi, Minggu (9/8/2020).
Baca juga: Viral, Pemakaman Jenazah Diduga Covid-19 Ditolak di Bekasi
Sementara itu, Kapolsek Cikarang Utara Kompol Alin Kuncoro mengatakan, penolakan yang terjadi saat pemakaman jenazah di Desa Tanjung Sari karena miskomunikasi.
"Itu miskom saja, karena masyarakat disitu tidak paham dengan itu (pemakaman) sehingga miskom, karena setelah koordinasi dengan RSUD sudah menjalankan protokol kesehatan," ujar Alin ketika dikonfirmasi Okezone.
Pihak kepala desa setempat, lanjut Alin sudah menjelaskan perihal pemakaman terhadap jenazah tersebut.
"Dari kepala desa sudah menyampaikan memberikan jaminan kepada masyarakat, jadi tetap pemakaman di wilayah tersebut," ungkap dia.
Sebelumnya sebuah video yang menujukan penolakan terhadap proses pemakaman jenazah yang diduga positif virus corona atau Covid-19 di Desa Tanjung Sari, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat menggunakan APD viral di group Whatsapp.
Video berudarasi 3.40 menit itu memperlihatkan sejumlah warga menolak petugas yang mengenakan APD akan memakamkan jenazah diduga positif corona. Puluhan warga terlihat menunggu TPU yang berada di wilayah Cikarang Utara tersebut.
Ada warga yang terlihat mengusir petugas medis yang menggunakan alat pelindung diri. Petugas medis itu pun lantas didorong oleh salah satu orang yang mengenakan kaos putih sambil berucap "apa, jangan main protokol covid, penghinaan namanya. Apaan lo make baju-baju (APD) kaya gini loh. Setxxx loh".
Setelah itu, petugas tenaga medis yang tengah dimarahi itu lantas berlalu. Mereka menarik diri tidak meneruskan pemakaman tersebut, karena mendapatkan penolakan warga.
Warga yang masih geram terlihat meneriaki dan mengusir tenaga medis tersebut dan meminta melepas APD yang tengah dikenakan oleh petugas medis tersebut.
Sampai akhir video itu, pria yang mengenakan peci dengan kaos berwana putih itu terus memaki petugas medis. Sampai-sampai, petugas medis kemudian meninggalkan lokasi yang diduga hendak melakukan pemakaman terhadap jenazah yang diduga positif Covid-19 itu.
(Awaludin)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.