Share

Cerita Polhut Keluar Masuk Hutan untuk Patroli Jerat Sling Baja

Demon Fajri, Okezone · Minggu 09 Agustus 2020 19:01 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 09 340 2259435 cerita-polhut-keluar-masuk-hutan-untuk-patroli-jerat-sling-baja-bBtO8QPJRg.jpg Foto: Illustrasi Okezone.com

BENGKULU - Endi Wistanto, salah satu Polisi Kehutanan (Polhut) Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS), resort Kabupaten Bengkulu Utara, Provinsi Bengkulu. Keluar masuk hutan sudah menjadi bagian hidup dari pria berkulit gelap itu.

Pekerjaan yang dilakoni pria itu bertaruh dengan nyawa. Bagaimana tidak, pria dengan tahi lalat di bagian sebelah kiri tersebut menjadi bagian dalam Patroli Harimau Sumatera - Kerinci Seblat.

Asam garam ketika patroli di dalam hutan pun sudah Endi, rasakan. Mulai dari 5 hari berjalan kaki di dalam hutan. Bahkan, jerat harimau yang dipasang Orang Tidak Dikenal (OTD) sempat mengenai bagian kaki salah satu dari rekannya saat berpatroli di TNKS.

Jerat yang terbuat dari sling baja itu diduga sengaja dipasang OTD untuk menjerat Harimau Sumatera di kawasan TNKS dan Hutan Produksi Terbatas (HPT). Penemuan jerat sling bukan hal bagi Endi bersama rekannya ketika berpatroli.

Setiap kali patroli, Endi bersama rekannya menemukan jerat sling baja. Jarak pemasangan jerat pun dari kisaran 100 meter hingga 200 meter, dengan 10 titik berbeda. Di mana jerat itu akan mengenai bagian kaki hewan yang melintas di lokasi jerat.

''Jangankan Harimau, saat kami berpatroli Komandan saya juga sempat terkena jerat,'' cerita Endi, kepada Okezone.

Jerat sling terpasang rapi. Bahkan tidak terlihat. Hingga siapa pun yang melintas di areal pemasangan jerat. Ketika mangsa masuk perangkap maka bagian kaki akan tergantung.

Selain menemukan jerat sling, tim gabungan Patroli Harimau Sumatera - Kerinci Seblat, juga menemukan jerat nilon, jenis jaring untuk memangsa burung. Penemuan jerat itu bersamaan dengan penemuan jerat sling baja.

''Jerat yang dipasang menggunakan penyaraman. Sama sekali tidak terlihat,'' sampai Endi.

2.840 Jerat Ditemukan di Areal TNKS dan HPT

 

Tidak hanya jerat jenis sling, jaring dan nilon yang ditemukan ketika patroli. Endi bersama tim gabungan lainnya sempat menemukan sisa tulang benulang kaki Harimau Sumatera, jari Harimau di daerah yang menjadi areal patroli.

Namun, Endi bersama rekannya tidak menemukan Harimau yang menjadi sasaran empuk bagi OTD yang telah memasang jerat. Meskipun demikian, temuan itu tetap dijadikan barang bukti bagi tim gabungan.

''Sisa-sisa tulang kaki, jari Harimau juga kami temukan. Sementara Harimau tidak ditemukan,'' kata Endi.

Dalam kurang waktu 7 tahun terakhir, terhitung sejak 2012 hingga 2019, tim gabungan berhasil menemukan 2.840 jerat. Rinciannya, jenis sling 261 jerat, jerat nilon mangsa 1.485 jerat, mangsa kecil 40 jerat, jerat burung 1.040 jerat nilon.

''Ini ditemuukan saat patroli. Jenis sling, jenis jaring, rata-rata ditemukan di areal TNKS dan HPT,'' jelas Endi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini