Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Nyawanya Terancam, Capres Oposisi Belarusia Diklaim "Aman" di Lithuania

Rahman Asmardika , Jurnalis-Selasa, 11 Agustus 2020 |19:04 WIB
Nyawanya Terancam, Capres Oposisi Belarusia Diklaim
Svetlana Tikhanovskaya. (Foto: Reuters)
A
A
A

VILNIUS – Kandidat oposisi Belarusia yang menghadapi Presiden Aleksandr Lukashenko dalam pemilihan umum kontroversial di negara itu telah berada di Lithuania setelah melarikan diri dari Belarusia karena khawatir akan keselamatannya. Keberadaan Svetlana Tikhanovskaya telah dikonfirmasi oleh menteri luar negeri Lithuania.

“Svetlana Tikhanovskaya aman. Dia ada di Lithuania," kata Linas Linkevicius dalam cuitan di Twitter pada Selasa (11/8/2020), sebagaimana dilansir RT.

Pesan itu di-posting Linkevicius beberapa jam setelah pesan lain yang menyatakan bahwa dia mencoba menghubungi Tikhanovskaya, tetapi keberadaannya tidak diketahui, bahkan oleh stafnya sendiri. Dia mengatakan bahwa dia prihatin tentang keselamatan Tikhanovskaya.

BACA JUGA: Bentrokan Pecah di Belarusia Setelah "Diktator Terakhir Eropa" Diprediksi Terpilih Lagi

Tikhanovskaya sebelumnya menyerukan agar pemilihan presiden Belarusia dibatalkan setelah dia mengumumkan tidak mempercayai hasil jajak pendapat yang memenangkan Lukashenko.

Kekhawatiran tentang keamanan Tikhanovskaya muncul setelah dinas keamanan Belarusia mengklaim bahwa mereka telah menggagalkan rencana pembunuhan terhadapnya. Namun, pihak oposisi membantah meminta perlindungan polisi.

BACA JUGA: Presiden Belarusia Sarankan Warga Minum Vodka untuk Tangkal Virus Corona

Tim kampanyenya mengatakan Tikhanovskaya meninggalkan Belarusia untuk menghindari protes karena "kemungkinan provokasi".

Belarusia diguncang oleh protes sejak diumumkan bahwa Aleksandr Lukashenko telah mengamankan pemilihan kembali dengan hampir 80% suara. Aktivis oposisi mengklaim bahwa hasil tersebut curang. Ribuan pengunjuk rasa berkumpul di Ibu Kota Minsk dan kota-kota lain, mengakibatkan bentrokan hebat dengan pasukan keamanan.

Lukashenko menyalahkan kerusuhan pasca pemilu karena campur tangan asing, mengklaim bahwa Polandia, Inggris Raya, dan Republik Ceko berada di balik demonstrasi tersebut.

Pejabat Polandia dan Ceko membantah tuduhan tersebut.

(Rahman Asmardika)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement