Puskesmas Garuda Bandung Gelar Vaksinasi Covid-19 Terhadap 20 Relawan

CDB Yudistira, Okezone · Jum'at 14 Agustus 2020 17:28 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 14 525 2262388 puskesmas-garuda-bandung-gelar-vaksinasi-covid-19-terhadap-20-relawan-jTlOJRujZQ.jpg Ilustrasi. Foto: Shutterstock

BANDUNG – Uji vaksin Covid-19 digelar di Puskesmas Garuda yang berada di Jalan Dadali, Kecamatan Andir, Kota Bandung. Lokasi vaksinasi tersebut dikunjungi Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana dan Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandung Rita Verita, Jumat (14/8/2020).

Yana Mulyana mengatakan di Puskesmas Garuda ini ada 20 orang yang dilakukan vaksinasi. "Hari ini berarti sudah mulai disuntik yang pertama, imunisasi pertama, 20 orang disuntik. Totalnya di sini ada 360 orang sudah mendaftar," ujarnya.

Yana menambahkan, setelah disuntik, sukarelawan dipindahkan ke ruang observasi dan akan dipantau untuk melihat hasilnya. "Setelah disuntik, relawan dilihat reaksinya selama satu menit, kamudian dipindahkan ke ruang observasi," katanya.

Sementara di lokasi yang sama Rita menjelaskan bahwa uji klinis vaksin tersebut akan dilaksanakan dalam kurun waktu 6 bulan ke depan. Nantinya jika vaksin tersebut efektif dan bermanfaat, maka akan dilanjutkan hingga tahun depan.

Baca Juga: Hari Ini Penyuntikan Vaksin Covid-19 Kembali Digelar di Bandung 

"Targetnya hingga 6 bulan ke depan. Jika ke depannya lancar, maka tahun depan akan dilanjutkan," ujarnya.

Rita menambahkan, pihaknya akan fokus pada empat fasilitas kesehatan milik Pemerintah Kota Bandung yang dilibatkan dalam uji klinis calon vaksin Covid-19.

"Sebanyak 4 fasilitas kesehatan tersebut adalah Puskesmas Garuda, Puskesmas Sukapakir, Puskesmas Dago dan Puskesmas Ciumbuleuit," katanya.

Selanjutnya, Rita menjelaskan terkait gejala yang akan timbul terhadap relawan setelah mengikuti vaksinasi, menurutnya hal tersebut tidak menjadi masalah.

Baca Juga: Rusia Klaim Vaksin Corona Pertama, Apakah Indonesia Harus Beli?

"Misalnya sakit panas, bengkak sedikit merah, namanya juga disuntik jarum itu wajar, engga masalah, biasanya dua hari juga hilang. Panas juga tergantung individu, paling dua tiga hari hilang," tutupnya.

(abp)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini