JAKARTA - Polisi memeriksa 53 orang dalam penggerebekan tempat karaoke di BSD, Tangerang Selatan (Tangsel). Selain memeriksa 47 pemandu lagu, polisi juga periksa 6 orang pengurus karaoke.
"Sejauh ini kami masih mendalami para saksi-saksi yang kita amankan di lokasi. Dan kita cukup banyak saksi yang diperiksa," kata Wakil Direktur Tindak Pidana Umum Badan Reserse Kriminal Polri Kombes Pol Dicky Patria Negara di Bareskrim Polri, Kamis (20/8/2020).
Dia menjelaskan, semua orang yang ikut diciduk dalam penggerebekan tersebut diperiksa. Total ada 53 orang 6 di antaranya pengurus di karaoke tersebut. "Tadi malam kita amankan lebih kurang 53 orang. 47 dari pemandu lagu dan 6 orang pengurusnya," jelasnya.
Baca Juga: Potret Wanita Seksi yang Diangkut Polisi dari Tempat Karaoke BSD
Petugas Satgas Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan Subdit III Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri bersama Pomdam Jaya menggerebek Venesia BSD pada Rabu 19 Agustus 2020. Tempat ini diduga menjalankan praktik prostitusi berkedok karaoke.
Dalam penggerebekan itu 7 orang muncikari ditangkap. Selain itu, juga diamankan general manager, operational manager, supervisor, dan 3 kasir. Polisi juga membawa 47 perempuan yang dipekerjakan di tempat itu untuk dimintai keterangan.
Dalam penyelidikan diketahui tempat karaoke ini menyediakan layanan seksual dengan tarif Rp1,1 juta hingga Rp1,3 juta. Para perempuan penghibur berasal dari DKI Jakarta, Jawa Barat dan Jawa Timur.
Baca Juga: Polisi Sebut Tempat Karaoke di BSD Layani Jasa Esek Esek Tarif Jutaan Rupiah
Sejumlah barang bukti diamankan dalam penggerebekan ini, antara lain kuitansi, komputer,printer dan mesin EDC. “Ada juga 12 kotak alat kontrasepsi (kondom) dan 14 baju kimono Jepang sebagai kostum pekerja,” kata Dirtipidum Mabes Polri Ferdy Sambo.
(Arief Setyadi )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.