Baca Juga: Menkes Terawan: Penurunan Stunting Tetap Jadi Prioritas di Tengah Covid-19
Selain pertumbuhan yang lambat, Muzakir juga tidak bisa berbicara, hanya bisa tertawa sesekali saat diajak bermain dengan temannya.
“Ayahnya dulu pergi merantau namun sampai sekarang tidak ada kabar. Ibunya menikah lagi. Saya yang merawatnya. Semenjak neneknya meninggal saya sendiri yang merawatnya," ujar Giman pada Kamis (20/8/2020).
Giman berharap ada perhatian dan pemerintah untuk meringankan beban merawat Muzakir di tengah keterbatasan ekonomi. Hal ini mengingat muzakir hanya tinggal bersama sang kakek yang bekerja sebagai buruh serabutan. (abp)
Baca Juga: Miris! Ribuan Anak NTT Alami Masalah Kekerdilan
(Awaludin)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.