Polisi Sebut Penangkapan Tokoh Adat Laman Kinipan Terkait Kasus Kriminal

Fakhrizal Fakhri , Okezone · Kamis 27 Agustus 2020 13:14 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 27 340 2268288 polisi-sebut-penangkapan-tokok-adat-laman-kinipan-terkait-kasus-kriminal-3r1xBVkXib.jpg Ilustrasi penangkapan (Shutterstock)

JAKARTA – Kepala Bidang Humas Polda Kalimantan Tengah (Kalteng), Kombes Hendra Rochmawan menegaskan, penangkapan tokoh adat Laman Kinipan, Effendi Buhing, lantaran kasus kriminal.

Effendi Buhing dilaporkan PT Sawit Mandiri Lestari di Kabupaten Lamandau, Provinsi Kalteng. Laporan teregister dengan nomor : LP/L/173/VIII/RES.1.8/2020/SPKT, tanggal 09 Agustus 2020.

Effendi Buhing diduga melakukan pencurian alat pemotong kayu dan pembakaran pos pantau milik PT SML. Hendra mengatakan, tokoh adat Laman Kinipan merupakan orang yang memerintahkan aksi kriminal tersebut.

"Dari hasil pemeriksaan tersangka Riswan, Teki, Semar, dan Embang bahwa yang menyuruh melakukan tindak pidana perampasan adalah Effendi Buhing," kata Hendra saat dihubungi, Kamis (27/8/2020).

Hendra menjelaskan, kronologi kasus perampasan tersebut terjadi pada 23 Juni 2020 sekitar pukul 14.00 WIB. Saat itu, dua karyawan PT SML yang sedang melakukan pemotongan kayu di wilayah Affdeling Charlie Tanjung Beringin Estate Desa Batu Tambun, Kecamatan Batang Kawa tiba-tiba didatangi empat pelaku yang membawa mandau dan ikat kepala merah.

Pengenaan ikat kepala merah merupakan tanda untuk perang di wilayah tersebut. "Riswan dan lainnya merampas satu unit chain saw milik PT SML dan sampai saat ini belum dikembalikan," kata dia.

Hendra melanjutkan, pihaknya menangkap Effendi yang saat ini tengah diperiksa sebagai tersangka dengan surat perintah penyidikan nomor : Sp. Sidik/33/VIII/RES.1.9/2020/Ditreskrimum, tanggal 10 Agustus 2020.

Selain itu, Effendi diduga merupakan otak dari insiden pembakaran pos pantau api milik PT SML yang telah dilaporkan ke kepolisian beberapa waktu lalu.

"Ada saksi yang mengatakan yang bersangkutan (Effendi Buhing) ada di TKP," ujar Hendra.

Ia melanjutkan, Effendi Buhing juga tak kooperatif kepada penyidik dengan tidak mengakui serangkaian perbuatannya dan memilih diam. Oleh sebab itu penyidik pun menjadwalkan pemanggilan terhadap pengacara dari tersangka.

"Kan ada hak jawab lewat pengacara, jadi pengacara sedang kami panggil," tuturnya.

Baca Juga : Istri Hilang Usai Berdandan, Suami: Kalau Sudah Tidak Suka Mending Terus Terang

Sebelumnya, Koalisi Keadilan Untuk Kinipan menyatakan kasus Effendi terkait gencarnya penolakan yang dilakukan masyarakat adat Laman Kinipan terhadap upaya perluasan kebun sawit PT Sawit Mandiri Lestari (SML) yang membabat hutan adat milik masyarakat Kinipan.

Koalisi menyebut sejauh ini sudah beberapa kali terjadi kekerasan, teror, dan berbagai bentuk intimidasi menimpa masyarakat adat Laman Kinipan, hingga diduga mengkriminalisasi kepala desa.

Baca Juga : Bunuh Bos Pelayaran karena Diajak ML, Kerabat: Pelaku Berhalusinasi!

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini