Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Tahanan Lapas Porong, Mantan Wali Kota Mojokerto Meninggal karena Covid-19

Yoyok Agusta , Jurnalis-Kamis, 27 Agustus 2020 |18:51 WIB
Tahanan Lapas Porong, Mantan Wali Kota Mojokerto Meninggal karena Covid-19
Lapas Klas I Surabaya atau dikenal sebagai Lapas Porong merupakan tempat Mas'ud Yunus ditahan. Foto: Yoyok Agusta
A
A
A

MOJOKERTO – Mas'ud Yunus yang merupakan Mantan Wali Kota Mojokerto meninggal dunia usai terkena virus corona (Covid-19). Ia tertular saat menjalani hukuman di Lapas Kelas I Surabaya di Porong Sidoarjo, Jawa Timur.

Mas’ud Yunus sendiri dihukum karena kasus suap pembahasan APBD-P Kota Mojokerto 2017. Ia terkena virus corona dilarikan ke Rumah Sakit Mitra Keluarga Waru lalu meninggal di sana

Kalapas Kelas I Surabaya di Porong Gun Gun Gunawan mengatakan, Masud Yunus masuk dalam golongan penderita tanpa gejala atau OTG. Pasalnya almarhum berinteraksi dengan salah satu napi yang dinyatakan positif Covid-19.

Pihak lapas bersama dinas terkait sebelumnya melakukan tes swab pada seluruh napi pada Rabu (26/8/2020). Hasilnya, Mas’ud dikonfirmasi positif Covid-19 dan langsung diisolasi ke sel kesehatan.

“Setelah kami sampaikan hasil tes beliau, kondisi beliau menurun sehingga diisolasi ke sel tahanan,” kata Gun Gun Gunawan saat ditemui wartawan.

Baca Juga: Plt Bupati Meninggal, 150 Orang Jalani Swab Test Covid-19 di Pemkab Sidoarjo   

Dia mengatakan, pada 27 Agustus pagi, kondisi Mas’ud terus menurun dan menunjukan gejala batuk dan sesak napas. Pihak lapas kemudian merujuk Mas’ud Yunus ke Rumah Sakit (RS) Mitra Keluarga Waru. Namun, almarhum dinyatakan meninggal satu jam kemudian, yakni pukul 12.43 WIB.

“Selama di dalam tahanan, beliau dikenal sebagai pengasuh pondok di dalam lapas. Beliau sering menjadi imam saat salat. Kami merasa kehilangan juga, begitu pula santri-santrinya,” kata Gun Gun Gunawan .

Kini jenazah almarhum Mas’ud Yunus masih di kamar jenazah RS Mitra Keluarga. Pihak Lapas Porong akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan tracing kepada napi yang berinteraksi dengan almarhum selama di lapas.

“Kami saat ini koordinasi untuk penanganan warga binaan di lapas untuk segera memutus mata rantai Covid-19,” katanya.

Baca Juga: 5 Napi Terpapar Covid-19, 642 Warga Binaan Dijemur

(Abu Sahma Pane)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement