Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Anies Sebut Penanganan Kasus Covid-19 di Jakarta Masih Terkendali

Bima Setiyadi , Jurnalis-Senin, 31 Agustus 2020 |13:13 WIB
Anies Sebut Penanganan Kasus Covid-19 di Jakarta Masih Terkendali
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (Foto : Okezone.com)
A
A
A

JAKARTA - Pemprov DKI Jakarta mengklaim penanganan Covid-19 di Ibu Kota masih terkendali meski kasus positif Covid-19 kemarin, Minggu 30 Agustus 2020 mencapai 1.114 orang. Pasalnya, jumlah kasus aktif dan meninggal karena Covid-19 menurun.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, tingginya kasus positif Covid-19 di Jakarta belakangan hari ini karena kapasitas testing yang dilakukan juga tinggi. Menurutnya, kapasitas yang dilakukan baik oleh pemerintah dan swasta dj Jakarta mencapai 11 ribu atau 10 kali lipat dari yang diharuskan WHO.

"Jadi secara aktivitas testing, kita tinggi. Bahkan hari kemarin, hari Minggu, di laporan itu 43% dari testing seluruh Indonesia itu dilakukan di Jakarta. Konsekuensinya angka positif menjadi lebih banyak. Ya karena kita melakukan testing. Tapi dengan cara seperti itu, kita mengetahui dengan senyatanya tentang status COVID-19 di Jakarta," kata Anies dalam webinar dengan tema 'Tantangan Perubahan Perilaku Menuju Adaptasi Kebiasaan Baru', Senin (31/8/2020).

Anies menjelaskan, dalam testing itu Pemprov DKI Jakarta menemukan kasus baru dan masuk ke dalam sistem yang biasa disebut sebagai active case finding adalah kasus baru. Kemudian di ujung sistem ini terdapat dua variabel. Satu recovery atau pulih dan sehat kembali, kedua kasus meninggal.

Baca Juga : Positif Covid-19, Sekda Kota Padang Ngaku Masih Bisa Berlari

Baca Juga : Usut Korupsi PT Dirgantara Indonesia, KPK Panggil Mantan Pejabat Polri

Dalam sepekan terakhir, kata Anies, jumlah kasus aktif menurun secara signifikan. Artinya, jumlah orang yang harus dirawat atau isolasi jumlahnya berkurang. Kasus aktif itu diukur dengan angka kasus baru dikurangi angka sembuh dan dikurangi angka meninggal.

"Jadi meskipun angka kasus baru itu naik, tapi bila jumlah kasus aktif-nya itu menurun, dan bila angka kematian kita rendah, artinya penanganan itu relatif terkendali. Tapi ini belum selesai, belum selesai artinya kita masih punya PR untuk menuntaskan sampai betul-betul zero active case. Kalau begitu baru namanya selesai," pungkasnya.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement