Ganjaran Atas Kegigihan Penyandang Disabilitas di Tengah Pandemi Covid-19

Arie Dwi Satrio, Okezone · Jum'at 04 September 2020 15:31 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 04 340 2272662 ganjaran-atas-kegigihan-penyandang-disabilitas-di-tengah-pandemi-covid-19-V5yvVeAdQt.jpg Kapolda NTB Irjen M Iqbal (Foto : Polda NTB)

JAKARTA - Kapolda Nusa Tenggara Barat (NTB), Irjen Mohammad Iqbal mengaku kagum atas kegigihan para penyandang disabilitas yang masih bekerja di tengah pandemi virus corona (Covid-19). Iqbal terkejut ketika melihat langsung semangat para penyandang disabilitas yang tergabung dalam Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) NTB.

Di masa pandemi ini, Iqbal bercerita, bahwa para penyandang disabilitas tidak patah semangat dalam keadaan dan terus bekerja. Iqbal menyebut, berdasarkan informasi PPDI yang bersumber dari data Dinas Sosial NTB tahun 2018, ada sebanyak 23 ribu penyandang disabilitas.

"Saya terkejut mendengar mereka bekerja semua. Tidak ada yang berpangku tangan, mereka ada yang PNS, pegawai swasta. Dari 23 penyandang disabilitas di NTB, mayoritas bekerja semua," kata Irjen Iqbal melalui pesan singkatnya, Jumat (4/9/2020).

Iqbal mewakili Polda NTB memberikan bantuan inventaris baru untuk kantor para penyandang disabilitas. Sebab, inventaris kantor PPDI NTB, tempat bernaung para penyandang disabilitas banyak yang hilang pasca-gempa mengguncang NTB pada 2018, silam.

Bantuan itu sengaja diberikan Iqbal atas kegigihan dan semangat para penyandang disabilitas di NTB. Iqbal mengatakan tak sedikit pihak yang memarginalkan penyandang disabilitas. Namun, stigma itu tak menyurutkan semangat para penyandang disabilitas berkarya.

"Mereka terharu (dikunjungi), terus juga semangat karena tidak sedikit orang-orang yang 'memarginalkan' mereka, tapi dengan itu juga menyulut semangat mereka untuk terus berkarya. Mereka kan punya kendraan khusus misalnya sepeda motor roda tiga, kami sudah bantu untuk semuanya harus punya SIM khusus," kata Iqbal.

Kapolda NTB M Iqbal bersama penyandang disabilitas (Foto : Polda NTB)

Mendapat inventaris baru dari Iqbal, para penyandang disabilitas tersenyum bahagia. Ketua PPDI NTB, Asim Barnas mengaku tak menyangka atas inventaris yang diberikan untuk para penyandang disabilitas.

"Di luar dugaan saya, saya bercerita bahwa PPDI ini organisasi tertua, tahun 1989 berdiri. Tidak memiliki kantor, dan juga fasilitas kantor inventaris hancur lebur karena gempa kemarin. Dan dengan spontan Pak Iqbal memberikan kami, tanpa rekayasa, berikan kami inventaris kantor," ujar Asim Barnas.

Baca Juga : Update Corona 4 September 2020: Positif 187.537 Orang, 134.181 Sembuh & 7.832 Meninggal

Sejauh ini, kata Asim, PPDI NTB masih meminjam kantor oleh Dinas Sosial Kabupaten Lombok Barat. Lebih lanjut, Asim membeberkan bahwa inventaris yang diberikan Kapolda NTB tersebut berupa laptop, printer serta meja kerja.

"Kami ini nggak menyangka seorang Kapolda mau berkunjung tempat kami. Banyak yang disampaikan arahan, motivasi kepada kami. Kami pun begitu, itulah yang kami harapkan. Bapak Kapolda kami anggap bapak bagi kami, kita semua, mau mendatangi anaknya itu loh, itu jadi kebanggaan bagi kami," ungkap Asim.

Asim sempat bercerita tentang keberadaan mereka yang termarginal. Asim menuturkan kerap mengundang pejabat-pejabat untuk mengunjungi dirinya dan rekan-rekan, namun jarang yang menghadiri undangan.

"Selama ini dari penyandang, sering ketika saya masih aktif, sebelum jadi ketua (PPDI), sering ketua saya mengundang kepala-kepala dinas, kepala instansi lain. Itu jarang sekali turun tangan hadir untuk menemui kami. Ini beda, ini yang kami rasakan, begitu Bapak Kapolda ini membuat kami merasa terayomi," ujar Asim.

Kepada Iqbal, Asim menyampaikan harapan agar penyandang disabilitas di Bumi Gora dipenuhi hak-haknya sesuai Undang-undang Nomor 8 Tahun 2016. Asim berharap Irjen Iqbal dapat membawa harapannya ke forum pimpinan daerah.

"Saya bilang tadi antara bapak dan anak tahun ini sudah terjalin. Harapan kami ke depan bagaimana penyandang disabilitas diperhatikan, dikembalikan hak-haknya sesuai dengan Undang-undang Nomor 8 Tahun 2016. Itu yang kami sampaikan ke Pak Iqbal agar ini bisa diimplementasikan di seluruh instansi Pemerintahan NTB," tutur Asim.

"Contoh (hak disabilitas) akses di fasilitas publik. Banyak sekali teman kami disabilitas tidak bisa mengakses tempat-tempat umum. Tapi ini memang sudah dikerjakan oleh Dinas Perhubungan, kami juga apresiasi. Di trotoar contohnya, sudah ada guiding block. Tapi banyak di perkantoran belum," Asim melanjutkan.

Menurut Asim, Polda NTN tergugah mendatangi dirinya dan kawan-kawan karena inisiatif PPDI membuat video tentang implementasi Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 6 Tahun 2020 tentang Peningkatan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan dalam Pencegahan dan Pengendalian Coronavirus Disease 2019 (COVID-19).

Atas dasar itulah, kata Asim, Polda NTB terkesima lantaran kaum disabilitas dapat mengambil kontribusi terhadap Inpres.

"Awalnya kami buat kampanye Inpres Nomor 6/2020 itu, untuk pencegahan covid, kami buat video. Dan video itu yang mungkin Pak Iqbal dan jajaran polda merasa tergugah. Seorang penyandang bisa berbuat seperti saudara-saudaranya yang nondisabiltas," ucap Asim.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini