JAKARTA - Sejumlah peristiwa atau sejarah penting terjadi setiap harinya, termasuk pada tanggal 9 September. Okezone akan mengulas beberapa peristiwa tersebut berdasarkan wikipedia :
1948 - Republik Rakyat Demokratik Korea (Korea Utara) Didirikan
Politikus berhaluan Komunis, Kim II-sung menyatakan secara resmi mendirikan Republik Rakyat Demokratik Korea pada 9 September 1948. Saat itu, Kim II-sung resmi memimpin Korea Utara hingga ia meninggal dunia.
Sebelum menjadi RRDK, negara tersebut merupakan Kekaisaran Korea. Korea Utara mendeklarasikan kemerdekaannya pada 1 Maret 1919 dan merdeka dari Jepang 15 Agustus 1945.
1949 - Lahirnya Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
Presiden ke-6 Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) lahir di Tremas, Arjosari, Pacitan, Jawa Timur, pada 9 September 1949. Pria yang tepat berusia 70 tahun pada hari ini tersebut lahir dari pasangan Soekotjo dan Siti Habibah.
SBY merupakan presiden pertama Indonesia yang dipilih melalui jalur Pemilihan Umum (Pemilu) bersama pasangannya, Muhammad Jusuf Kalla. Suami dari Kristiani Herrawati tersebut memiliki sejumlah prestasi di bidang kemiliteran sebelum menjabat kepala negara.
1976 - Filsuf atau Negarawan Mao Zedong Meninggal
Pendiri negara Republik Rakyat Tiongkok sekaligus seorang filsuf, Mao Zedong mengembuskan napas terakhirnya pada 9 September 1976. Ketua Partai Komunis China tersebut meninggal di usia 82 tahun
Mao banyak melahirkan pemikiran baru yang diadopsi dari teori Marxis-Leninisme. Mao Zedong merupakan tokoh penting dalam sejarah modern Tiongkok. Paham-paham Mao banyak diadopsi oleh masyarakat Tiongkok hingga saat ini.
1985 - Lahirnya Atlet Bulu Tangkis Liliyana Natsir
Liliyana Natsir lahir di Manado, Sulawesi Utara, pada 9 September 1985. Ia adalah pemain bulu tangkis ganda putri dan ganda campuran Indonesia .
Pengalamannya antara lain berlaga dalam perebutan Piala Uber (2004, 2008 dan 2010), Piala Sudirman (2003, 2005, 2007, 2009, 2011, 2013 dan 2015).
Merebut medali perak Olimpiade Beijing 2008 nomor ganda campuran bersama Nova Widianto, serta merebut merebut medali emas Olimpiade Rio de Janeiro 2016 nomor ganda campuran bersama Tontowi Ahmad.
2004 - Bom Bunuh Diri di Depan Kedubes Australia
Sebuah mobil yang berisikan bom meledak di Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, tepatnya di depan kantor Kedubes Australia pada 9 September 2004. Bom yang terjadi di depan Kedubes Australia ini disebut juga Bom Kuningan.
Aksi terorisme ini merupakan yang terbesar ketiga di Indonesia setelah Bom Bali 2002 dan Bom JW Marriott 2003. Berdasarkan data yang diperoleh, Bom Kuningan tersebut menewaskan sedikitnya 9 orang. Korban tewas akibat bom tersebut di antaranya satpam Kedubes, pemohon visa, serta staf Kedubes.
Aksi bom bunuh diri tersebut diduga kuat dilakukan oleh Heri Kurniawan alias Heri Golun dengan menggunakan van mini jenis Daihatsu. Disinyalir, aksi bom bunuh diri tersebut berasal dari kelompok teroris Jemaah Islamiyah.
(Arief Setyadi )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.