Kisah Polwan Menjadi Petugas Pemakaman Jenazah Pasien Covid-19

Abdul Wakhid, iNews · Rabu 09 September 2020 08:44 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 09 519 2274791 kisah-polwan-menjadi-petugas-pemakaman-jenazah-pasien-covid-19-5I5x1PK5ta.jpg Para Polwan Polres Lamongan menjadi relawan pemakaman jenazah pasien Covid-19/Foto: Abdul Wakhid-iNews

LAMONGAN - Menjadi petugas pemakaman jenazah bukanlah pekerjaan ringan. Apalagi yang hendak dimakamkan dalah jenazah pasien Covid-19.

Selama ini, pemakaman jenazah pasien Covid-19 selalu dilakukan kaum laki-laki. Ungkapan tersebut tidak berlaku di wilayah Kabupaten Lamongan, Jawa Timur.

Polres Lamongan menerjunkan Polwan sebagai tim relawan pemakaman jenazah pasien Covid 19. Tanpa canggung mereka mengenakan seragam Alat Pelindung Diri (APD) saat hendak mengubur jenazah.

Kegiatan kemanusian para Polwan tersebut dipimpin langsung Wakapolres Lamongan Kompol Dies Ferra Ningtyas. Dengan membawa sejumlah peralatan, mereka mengikuti seluruh proses pemakaman jenazah pasien Covid-19.

Polwan

Srikandi Polisi tersebut ikut menurunkan jenazah, memasukkan ke liang lahat, mencangkul tanah. Terakhir, mereka menutup kembali liang lahat.

Terik matahari yang menyengat dan mengenakan pakaian APD lengkap tidak menjadi halangan. Mtetap tetap semangat ikut mengambil bagian dari proses pemakaman jenazah pasien Covid-19.

Tim relawan Polwan ini dibentuk awal Agustus 2020. Ada dua tim yang dengan anggota empat orang Polwan. Tim relawan Polwan ini sudah terlibat dalam 11 kali pemakaman jenazah pasien Covid-19 di Lamongan.

"Sebenarnya, banyak orang merasa takut memakamkan jenazah. Saya ingatkan bahwa Polwan juga bisa. Tapi, kalau saya tidak memberikan contoh, mereka tidak akan yakin dan tidak bersedia melakukannya," kata Dies, Rabu (9/9/2020).

Polwan 1

Relawan Polwan yang memakamkan jenazah pasien Covid-19 sengaja dibentuk emansipasi wanita. Kemudian menghilangkan kekhawatiran pihak keluarga korban terkait perlakuan jenazah perempuan.

Selain terjun melakukan pemakaman, para Polwan ini juga melakukan sosialisasi serta edukasi kepada masyarakat agar tidak mengambil paksa jenazah pasien Covid-19 dan tidak mengucilkannya.

(fmh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini