“Terminal Multipurpose Labuan Bajo memiliki konsep yang luar biasa dan dirancang dengan memperhatikan aspek aspek lingkungan hidup sehingga menjadi Green Port. Semoga menjadi contoh pelabuhan - pelabuhan yang lain, dan pastinya pelabuhan ini juga sangat indah didukung dengan kondisi alam,” tambahnya.

Direktur Utama Pelindo 3 U Saefudin Noer Menjelaskan Perkembangan Terminal Multipurpose Labuan Bajo kepada Wakil Menteri BUMN 2 Kartika Wirjoatmodjo. (Foto: Dok.Pelindo 3)
Sementara itu, Direktur Utama Pelindo 3, U Saefudin Noer, mengatakan bahwa Terminal Multipurpose Labuan Bajo dapat terus berkembang, berjalan dengan lancar dan segera beroperasi sesuai target, dengan dukungan dari semua stakeholder.
“Dengan dukungan dari semua pihak, Kementerian Perhubungan, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur, Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat dan BUMN lain pembangunan terminal multipurpose ditargetkan dapat segera terwujud. Dengan beroperasinya Terminal Multipurpose Labuan Bajo secara keseluruhan dapat mendukung kegiatan pariwisata dan bersamaan dengan kegiatan usaha logistik bagi keberlangsungan ekonomi di Nusa Tenggara Timur,” pungkas Saefudin.
Lokasi terminal Multipurpose Labuan Bajo yang akan dibangun hanya 19 menit waktu tempuh dari Bandara Komodo dan dari Pelabuhan Labuan Bajo yang lama hanya sekitar 30 menit. Pengerjaan pembangunan tersebut akan dikerjakan secara multiyears namun untuk tahap awal ditargetkan selesai pada Desember 2020.
CM
(Yaomi Suhayatmi)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.