Klaster Keluarga Dongkrak Kasus Covid-19, Ini Kata Epidemiolog UGM

Kuntadi, Koran SI · Kamis 10 September 2020 20:44 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 10 510 2275847 klaster-keluarga-dongkrak-kasus-covid-19-ini-kata-epidemiolog-ugm-L1KzA3dhxi.jpg Proses pemakaman jenazah covid-19 (foto: Okezone)

YOGYAKARTA – Pertumbuhan kasus Covid-19 di Indonesia terus mengalami peningkatan. Salah satunya dipicu dengan munculnya klaster keluarga.

Epidemiolog Universitas Gadjah Mada (UGM) Bayu Satria Wiratama mengatakan, ancaman penyebaran Covid-19 dari klaster keluarga semakin meningkat. Ini menunjukan virus Corona telah masuk ke satuan unit terkecil dalam masyarakat.

“Klaster keluarga terjadi saat ada anggota keluarga terinfeksi Covid-19 dari luar rumah kemudian menularkan ke anggota keluarga lainnya,” kata Bayu, Kamis (10/9/2020).

Salah satu penyebab peningkatan klaster keluarga, yakni tidak adanya pembatasan mobilitas penduduk. Selain itu, banyak warga melakukan mobilitas baik di dalam atau ke luar daerah yang meningkatkan risiko orang untuk terpapar Covid-19.

“Orang yang memiliki mobilitas tinggi tidak ada yang melakukan isolasi mandiri 14 hari. Hal ini menjadikan kasus OTG terus bertambah,” katanya.

Bayu mengatakan, kesadaran masyarakat menerapkan protokol kesehatan sangat rendah, baik mengenakan masker, menjaga jarak maupun menjaga kebersihan. Kondisi ini diperparah dengan tidak adanya pembatasan kegiatan di tingkat RT/RW, seperti arisan, dan pertemuan RT atau rapat.

“Aktivitas yang tidak dibatasi menjadikan klaster keluarga semakin masif,” katanya.

Masyarakat juga tidak melakukan pembatasan terhadap anak dalam bermain di lingkungan. Tidak sedikit yang memilih berlibur dan jalan-jalan di tempat keramaian yang berpotensi membawa virus.

“Kalau warga rajin soal masker, jaga jarak, cuci tangan bisa menurunkan risiko terpapar dan menularkan Covid-19,” katanya.

(amr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini