Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Terpuruk Imbas Covid, UKM Segera Lakukan Hal Ini untuk Bangkit

Karina Asta Widara , Jurnalis-Jum'at, 11 September 2020 |11:14 WIB
Terpuruk Imbas Covid,  UKM Segera Lakukan Hal Ini untuk Bangkit
Foto: Dok Okezone
A
A
A

Jakarta- Pandemi Covid-19 seperti pukulan untuk semua kalangan terutama untuk para pelaku UKM di Indonesia. Ada banyak para pelaku UKM yang terpaksa harus gulung tikar akibat terkena imbas pandemi Covid-19. Nah, maka dari itu dalam program Indonesia Digital Market kali ini, Okezone di dukung oleh HSBC Fusion menggelar webinar pada Selasa 08 Sepetember dengan tema 'Inovasi di Masa Pandemi: Keharusan atau Hanya Tinggal Kenangan' Untuk mengetahui keadaan sebenarnya dari para pelaku UKM di masa pandemi ini dengan menghadirkan sejumlah narasumber profesional di bidanganya seperti, Leonard Theosabrata ( Direktur Utama Smesco Indonesia), James Prananto (CBDO & Co-Founder Kopi Kenangan) serta Riana Taluki (Head of HSBC Fusion PT Bank HSBC Indonesia).

Memang tidak bisa dipungkiri jumlah UMKM di Indonesia sangatlah besar dan sekitar 80% bahkan lebih berada pada level ultra Mikro dan Mikro. Dan sejak lama saat terjadinya krisis moneter yang terjadi pada tahun 1998 perekonomian yang ditopang oleh bisnis-bisnis kecil di bidang UMKM. Begitu pula yang dikatakan oleh Leonard Theosabrata yang mengatakan pentingnya untuk terus mensuport para pelaku ultra mikro dan mikro supaya mereka bisa bertahan akibat pandemi ini.

"Kita lihat di daerah-derah sudah menjalin tali persaudaraan yang tinggi dalam mengarungi pandemi ini secara bersama. Jadi kalo hastag-nya di kementrian UMKM itu kan 'Siap bersama UMKM' dengan kata lain, semua pihak harus membantu karena ini semua sangat penting dikarenakan ada banyak sektor yang harus kita topang," terang Leonard

Selama masa pandemi banyak UMKM yang terkena dampak sehingga mengalami kegagalan dalam berbisnis. Menanggapi hal tersebut, Leonard menjelaskan ketika bicara soal cash flow kemungkinan korelasinya dengan pandemi sudah otomatis, namun yang perlu dilakukan adalah bagaimana para pelaku UMKM mampu terus bertahan ditengah situasi dan kondisi seperti sekarang ini.

"Jadi mungkin banyak sekali UMKM juga yang hanya memperhatikan Top Line walaupun Bottom line juga diperhatikan akan tetapi banyak yang acuannya pada Top Line dan kebiasaan seperti itu saya rasa harus diubah kedepannya bagaimana harus dilakukannya evaluasi," paparnya

Ia juga menjelaskan tentang langkah apa saja yang seharusnya disiapkan oleh para pelaku UMKM agar tetap bisa besar di new normal seperti sekarang ini, salah satunya dengan cara memperhatikan skill. Karena menurutnya, ada banyak para pelaku UMKM tidak memperhatikan hal yang satu ini sehingga antara kemampuan dan realita tidak akan ketemu.

“Dan ini yang sepertinya sangat penting khususnya di masa pandemi ini pengetahuan how to skill baik itu era pandemi atau pre pandemi. Kalo bahasa simplenya itu kita harus sadar dengan kemampuan dari diri sendiri. Karena kadang yang gagal di masa pandemi sebagian besar bisnisnya dari awal sudah tidak dimulai dengan start yang benar sehingga kena imbas pandemi dalam waktu yang singkat langsung collapse," terangnya

Selaras dengan hal tersebut, James Prananto selaku CBDO & Co-Founder Kopi Kenangan juga ikut merasakan dampak dari pendemi Covid-19. Ia mengatakan 50% gerai kopi Kenangan yang sebagian besar berlokasi di mall dan perkantoran tidak seramai sebelum terjadinya pandemi Covid-19. Terlebih di awal pandemi saat PSBB, diakuinya sangat memberikan effect luar biasa pada bisnisnya tersebut.

" Karena kita yang awalnya sangat tergantung pada kantor dan mall tiba-tiba ilang semua. Office pun masih sepi karena kapasitas yang diberikan pemerintah hanya 50 persen. Tapi setidaknya trendnya masih naik dan kopi kenangan sendiri tidak diam. Apa yang kita lakukan adalah, kita tahu bahwa kalo mall dan perkantoran kemungkinan dalam 6 bulan kedepan bahkan 12 bulan masih akan sepi, jadi yang kita lakukan adalah adalah kita fokusnya di non mall," cerita James

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement