Terpuruk Imbas Covid, UKM Segera Lakukan Hal Ini untuk Bangkit

Karina Asta Widara , Okezone · Jum'at 11 September 2020 11:14 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 11 1 2276063 terpuruk-imbas-covid-ukm-segera-lakukan-hal-ini-untuk-bangkit-5yRZDPw2FL.jpg Foto: Dok Okezone

Jakarta- Pandemi Covid-19 seperti pukulan untuk semua kalangan terutama untuk para pelaku UKM di Indonesia. Ada banyak para pelaku UKM yang terpaksa harus gulung tikar akibat terkena imbas pandemi Covid-19. Nah, maka dari itu dalam program Indonesia Digital Market kali ini, Okezone di dukung oleh HSBC Fusion menggelar webinar pada Selasa 08 Sepetember dengan tema 'Inovasi di Masa Pandemi: Keharusan atau Hanya Tinggal Kenangan' Untuk mengetahui keadaan sebenarnya dari para pelaku UKM di masa pandemi ini dengan menghadirkan sejumlah narasumber profesional di bidanganya seperti, Leonard Theosabrata ( Direktur Utama Smesco Indonesia), James Prananto (CBDO & Co-Founder Kopi Kenangan) serta Riana Taluki (Head of HSBC Fusion PT Bank HSBC Indonesia).

Memang tidak bisa dipungkiri jumlah UMKM di Indonesia sangatlah besar dan sekitar 80% bahkan lebih berada pada level ultra Mikro dan Mikro. Dan sejak lama saat terjadinya krisis moneter yang terjadi pada tahun 1998 perekonomian yang ditopang oleh bisnis-bisnis kecil di bidang UMKM. Begitu pula yang dikatakan oleh Leonard Theosabrata yang mengatakan pentingnya untuk terus mensuport para pelaku ultra mikro dan mikro supaya mereka bisa bertahan akibat pandemi ini.

"Kita lihat di daerah-derah sudah menjalin tali persaudaraan yang tinggi dalam mengarungi pandemi ini secara bersama. Jadi kalo hastag-nya di kementrian UMKM itu kan 'Siap bersama UMKM' dengan kata lain, semua pihak harus membantu karena ini semua sangat penting dikarenakan ada banyak sektor yang harus kita topang," terang Leonard

Selama masa pandemi banyak UMKM yang terkena dampak sehingga mengalami kegagalan dalam berbisnis. Menanggapi hal tersebut, Leonard menjelaskan ketika bicara soal cash flow kemungkinan korelasinya dengan pandemi sudah otomatis, namun yang perlu dilakukan adalah bagaimana para pelaku UMKM mampu terus bertahan ditengah situasi dan kondisi seperti sekarang ini.

"Jadi mungkin banyak sekali UMKM juga yang hanya memperhatikan Top Line walaupun Bottom line juga diperhatikan akan tetapi banyak yang acuannya pada Top Line dan kebiasaan seperti itu saya rasa harus diubah kedepannya bagaimana harus dilakukannya evaluasi," paparnya

Ia juga menjelaskan tentang langkah apa saja yang seharusnya disiapkan oleh para pelaku UMKM agar tetap bisa besar di new normal seperti sekarang ini, salah satunya dengan cara memperhatikan skill. Karena menurutnya, ada banyak para pelaku UMKM tidak memperhatikan hal yang satu ini sehingga antara kemampuan dan realita tidak akan ketemu.

“Dan ini yang sepertinya sangat penting khususnya di masa pandemi ini pengetahuan how to skill baik itu era pandemi atau pre pandemi. Kalo bahasa simplenya itu kita harus sadar dengan kemampuan dari diri sendiri. Karena kadang yang gagal di masa pandemi sebagian besar bisnisnya dari awal sudah tidak dimulai dengan start yang benar sehingga kena imbas pandemi dalam waktu yang singkat langsung collapse," terangnya

Selaras dengan hal tersebut, James Prananto selaku CBDO & Co-Founder Kopi Kenangan juga ikut merasakan dampak dari pendemi Covid-19. Ia mengatakan 50% gerai kopi Kenangan yang sebagian besar berlokasi di mall dan perkantoran tidak seramai sebelum terjadinya pandemi Covid-19. Terlebih di awal pandemi saat PSBB, diakuinya sangat memberikan effect luar biasa pada bisnisnya tersebut.

" Karena kita yang awalnya sangat tergantung pada kantor dan mall tiba-tiba ilang semua. Office pun masih sepi karena kapasitas yang diberikan pemerintah hanya 50 persen. Tapi setidaknya trendnya masih naik dan kopi kenangan sendiri tidak diam. Apa yang kita lakukan adalah, kita tahu bahwa kalo mall dan perkantoran kemungkinan dalam 6 bulan kedepan bahkan 12 bulan masih akan sepi, jadi yang kita lakukan adalah adalah kita fokusnya di non mall," cerita James

Inovasi

Artinya di masa pandemi ini menurut James inovasi menjadi suatu keharusan. Salah satu Contoh inovasi apa saja yang sudah dilakukan oleh kopi kenangan di masa pandemi adalah yang pertama adalah fokus pada delivery steril location kemudian kedua fokus pada kebersihan.

Kebersihan

"Yang mungkin dulunya kebersihan bukanlah hal yang utama dipikirkan oleh customer tapi sekarang number one adalah kebersihan. Kita juga mengeluarkan campaign 'Sehat bersama kenangan' jadi contoh yang kita lakuin kita menjadi yang pertama yang mempunyai termometer gun di setiap outlet. Dimana di setiap outlet pun kita ada board setiap hari. Jadi barista kita yang bertugas kita catet namaya dan suhu tubuhnya. Jadi customer yang datang juga akan merasa nyaman," paparnya

Service

Selain itu, Kopi kenangan juga memberikan Care Card dan stiker “Aku Sehat” kepada para customernya saat membeli via aplikasi ojek online dan menyediakan Upang UV Waterless Sterilizer yang menjadikan Kopi Kenangan sebagai peritel minuman pertama di Indonesia dengan sistem sterilisasi ini.

"Upang UV Waterless Sterilizer adalah mesin nomor satu steriilisasi di korea. Jadi setiap toko kita juga memakai mesin Upang UV Waterless Sterilizer untuk sterilisasi alat-alat yang dipakai di kopi kenangan," tuturnya

Bangkit

Bangkit adalah salah satu kunci untuk para pelaku UMKM untuk terus begerak supaya bisa terus survive dalam menjalani bisnisnya. Maka dari itu, James juga memberikan tips untuk para pelaku usaha di indonesia supaya mereka bisa survive di masa pandemi ini. Salah satunya dengan terus memikirkan tentang kebersihan produk karena itu yang saat ini dicari oleh para konsumen. Selain itu Kopi Kenangan juga mengeluarkan kopi literan untuk produk-produk favoritnya dan terbukti digemari hingga kini oleh para konsumennya.

"Kedua, yang kita pikirkan saat ini adalah efisiensi sih, artinya saat 6 bulan yang lalu kita fokusnya growth dan growth, tapi disaat ini akhirnya kita mikir apa sih yang sebetulnya perlu kita benahi di dalam perusahaan, jadi yang dulunya growth kita coba slow down sekarang, jadi dimana saat pandemi berakhir kita bisa lari cepat lagi," katanya

HSBC Fusion Bantu Para Pelaku UKM

Di masa pandemi ini mengelola keuangan adalah kunci agar bisa bertahan agar tetap besar di new normal ini, Riana Taluki selaku Head of HSBC Fusion PT Bank HSBC Indonesia yang juga turut berbagi tips dan trick untuk para pelaku UKM dalam mengelola keuangannya. Dari kaca mata perbankan sendiri Riana menjelaskan yang menjadi kendala pelaku usaha bisnis di Indonesia dan dunia untuk bisa besar di new normal.

"Dari riset yang sudah dilakukan oleh HSBC di 10 negara khusus untuk segmen UKM, kami menemukan satu fakta yaitu UKM itu selalu mencampurkan transaksi bisnisnya dengan dana pribadi. Hal itulah yang menyebabkan tidak disiplin atau tidak trasnparasi bisnis keuangan yang dijalankan oleh para pelaku usaha," papar Riana

Lebih lanjut ia menjelaskan yang harus dilakukan oleh para pelaku UKM untuk menjadi besar adalah cash flow. Menurutnya Cash flow sangatlah penting untuk seorang pelaku usaha. Alasannya cash flow diibaratkan sebagai darah di dalam tubuh manusia sehingga dana yang masuk dan keluar harus betul-betul dicatat dengan sangat detail.

"Jadi kekurangan para pelaku usaha ya mencampur semuanya, sehingga cash flow-nya seringkali tidak terlihat. Maka saya tekankan lagi jika cash flow sangat penting, setiap pemasukan di catat dan pengeluaran dicatat itu yang menjadi dasar atau basic UKM supaya bisa skill up untuk usahanya," paparnya

Bicara mengenai pentingnya cash flow mengelola keuangan bisnis pribadi dan bisnis secara terpisah, HSBC selaku industri perbankan khususnya bagi pelaku usaha yang terkena imbas Covid-19 berkontribusi dalam kemajuan dan pertumbuhan perekonomian Indonesia, khususnya dalam membantu pelaku UKM dalam mengembangkan bisnis mereka agar tumbuh menjadi lebih besar lewat HSBC Fusion.

"HSBC Fusion kita launching di tahun ini untuk membantu UKM mendisiplinkan keuangannya, sehingga bisa memudahkan mereka untuk skill up. #TernyataBisaJadiBesar adalah salah satu tagline kita yang membantu pelaku UKM untuk tetap bisa Skill Up," paparnya

Ada banyak cara para pelaku UKM untuk merasakan manfaat dan fitur-fitur untuk mengembangkan bisnisnya di era digitalisasi salah satunya dengan membuka rekening HSBC Fusion, sebuah terobosan Layanan Keuangan Terpadu bagi Pelaku UKM untuk Kebutuhan Bisnis dan Pribadi.

Dengan Misi “Ternyata Bisnis Bisa Jadi Besar”, HSBC Fusion memberikan solusi ke nasabah langsung memiliki dua akun untuk dapat mengendalikan keuangan bisnis di rekening giro dan pribadi dengan rekening tabungan secara jelas dan optimal. Bebas biaya admin bulanan, bebas biaya transaksi dalam rupiah, bebas akses dengan satu layar serta bebas membuka rekening dalam 12 mata uang Global. Selain itu, HSBC Fusion juga akan membantu nasabah dalam mendapatkan akses pendanaan yang disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik bisnis mereka.

HSBC Fusion menyediakan Relationship Manager yang didedikasikan khusus untuk mendampingi nasabah. Dengan akreditasi, wawasan serta profesionalitas yang tinggi, para Relationship Manager ini siap memberikan beragam analisa yang berguna bagi nasabah dalam pengambilan keputusan yang tepat.

Kelebihan lainnya dari HSBC juga menyediakan fasilitas transaksi tanpa batas lewat internet banking dengan biaya transfer gratis bahkan untuk pelaku bisnis yang menggunakan payroll. Tak hanya itu saja, kemudahan lainnya yang diberikan adalah bisa transkasi di banyak e commerce. Bagi Anda pelaku UKM, HSBC Fusion hadir sebagai solusi yang tepat di saat pandemi ini. HSBC Fusion menawarkan 3 keistimewaan layanan perbankan seperti:

• Clarity – kejelasan pengelolaan finansial yang membedakan antara keuangan bisnis dari dana pribadi, namun tetap dapat diatur melalui satu layar dan satu token Business Internet Banking.

• Saves time – koneksi yang cepat dan efisien dalam mengakses layanan dan informasi-informasi penting yang dibutuhkan secara real-time melalui HSBC Fusion Contact Center dan Business Internet Banking yang memberikan kemudahan serta bebas biaya transaksi dalam mata uang Rupiah tanpa batas tanpa kuota

• Helps You Get Ahead – komitmen untuk mendukung pertumbuhan bisnis nasabah dengan menyediakan akses pendanaan sampai dengan Rp. 10 milyar (dengan agunan) dan sampai dengan Rp. 1 milyar (PiNTA – Pinjaman Bisnis Tanpa Agunan) dan konsultasi dengan pakar pengelolaan finansial dari HSBC Premier untuk investasi pribadi Anda.

Untuk mendaftar, hubungi Layanan Contact Centre HSBC Fusion di 1 500 501 atau kunjungi www.hsbc.co.id/fusion. Dapatkan cashback hingga Rp 4 juta untuk pembukaan rekening HSBC Fusion sebelum 31 Oktober 2020. Dengan HSBC Fusion, bisnismu #TernyataBisaJadiBesar!

CM 

(yao)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini