Satgas Ungkap Penyebab Kematian Akibat Covid-19 di Malang Kian Tinggi

Avirista Midaada, Okezone · Jum'at 11 September 2020 16:26 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 11 519 2276293 satgas-ungkap-penyebab-kematian-akibat-covid-19-di-malang-kian-tinggi-OdF0v6Y4wz.jpg Ilustrasi (Foto : Shutterstock)

MALANG - Satgas Penanganan Covid-19 angkat bicara mengenai presentase angka kematian di Kota Malang yang terus meningkat. Bahkan presentase angka kematian melampaui rata - rata angka kematian di Jawa Timur.

Berdasarkan infomasi dari Satgas Penanganan Covid-19, per Jumat (11/9/2020), di Kota Malang, total angka kematian mencapai 140 orang, dari 1.568 kasus yang terkonfirmasi positif Covid-19. Selain itu, hari ini juga ada penambahan 4 pasien meninggal dunia, sedangkan kemarin pasien positif Covid-19 yang meninggal sebesar 11 orang.

Menanggapi hal tersebut Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kota Malang dr. Husnul Muarif mengatakan presentase kematian angka kematian di Malang diukur dari berbagai sebab.

"Angka kematian 8 persen. Jadi kan mengukur tingkat kematian itu adalah berapa jumlah positif, rumusnya adalah jumlah covid positif meninggal dibagi dengan positif covid," ujar Husnul saat dihubungi Okezone, Jumat (11/9/2020).

Bila berdasarkan data Kamis kemarin 10 September lanjut Husnul, ada total 136 kasus kematian akibat Covid-19. Angka tersebut dibagi pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19 sebesar 1.537 orang.

"Memang masih lebih tinggi dibandingkan dengan Jawa Timur, karena beberapa hal, karena sebagian besar penyebab kematian di Kota Malang terkonfirmasi itu adalah yang mempunyai penyakit penyerta atau komorbid," terangnya.

Baca Juga : Anggota DPR Wajib Rapid Test Sebelum Ikut Rapat

Baca Juga : Kasus Bank Century, Terpidana Eks Deputi Gubernur BI Ajukan PK

Penyebab lain tingginya kematian Covid-19 di Kota Malang yakni pasien yang tiba di rumah sakit telah dalam keadaan yang parah sehingga sulit dilakukan pertolongan.

"Mendapatkan layanan atau datang ke layanan sudah dalam taraf berat atau boleh dikatakan terlambat. Sehingga kemarin rumah sakit melayani Covid-19 dikumpulkan walikota, salah satunya disebutkan masyarakat yang datang ke rumah sakit sudah dalam keadaan berat," bebernya.

Namun saat ditanya apakah ada klaster penyebaran Covid-19 di Kota Malang, pria berkacamata ini menegaskan tidak ada. "Kalau klaster baru tidak," ucapnya.

Klaster Covid-19 di Kota Malang disebutnya, masih didominasi oleh klaster - klaster lama, di antaranya keluarga dan tenaga kesehatan.

Namun Husnul menyebut persoalan pengidap Covid-19 disertai komorbid atau penyakit penyerta, masih menjadi pekerjaan rumah. Hal ini yang disebutnya masih mendominasi

"Komorbid yang sering hipertensi, kemudian kencing manis, gangguan pada jantung, ginjal, dan stroke," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini