Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Pangandaran Panen Padi Bebas Residu, Harga Lebih Menguntungkan

Agustina Wulandari , Jurnalis-Senin, 14 September 2020 |22:43 WIB
Pangandaran Panen Padi Bebas Residu, Harga Lebih Menguntungkan
Foto : Dok. Ditjen Tanaman Pangan Kementan RI
A
A
A

“Jenis varietasnya bisa apa saja, tapi budidayanya menggunakan pupuk organik tidak menggunakan bahan kimia artinya sudah bebas residu, hasilnya pun sehat dan bermutu,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua kelompok Taruna Tani Mekar Bayu Tahmo Cahyono mengatakan, respon dari petani terhadap padi bebas residu ini cukup lumayan. Apalagi setelah para petani mendapatkan sosialisasi terkait pemanfaatan Sumber Daya Manusia. Sehingga anggota kelompok lebih maju dan bisa bersaing dengan petani yang lainnya.

“Luas lahan yang kita siapkan seluas 20 hektar dengan jenis atau varietas bibit inpari 42 jajar legowo 2. Dengan menggunakan pupuk organik, agen hayati dan juga pestisida pupuk organik cair. Ternyata hasil padinya tahan terhadap kekeringan juga produksinya meningkat,” jelas Tahmo.

Lebih lanjut Tahmo menambahkan, penggunaan padi non-residu dalam rangka program dari Kementrian Pertanian melalui Dinas Pertanian Kabupaten Pangandaran dengan menanam padi menggunakan pupuk organik, agen hayati dan juga pupuk organik cair. Hasilnya berupa padi yang steril dari bahan-bahan kimia, selain itu juga tanah juga menjadi subur dan gembur.

“Kita mulai tanam tanggal 7 Juni 2020 dan hari ini tanggal 10 September 2020, panen raya dengan hasil 7,48 ton per hektar Gabah Kering Giling (GKG). Modal bibit 5 kwintal Inpari 42 untuk lahan seluas 20 hektar,” kata Tahmo.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement