Ternyata, kata Marzuki semua unsur iklim itu hampir memiliki hubungan dengan kejadian DBD.
“Namun yang paling konsisten tampaknya dari seluruh itu adalah kelembaban. Memang terjadi korelasi kuat dengan kelembaban udara dan ini sangat konsisten. Artinya outbreak ditemukan berkorelasi dengan ambang batas kelembaban. Kemudian yang perlu digaris bawahi adalah bahwa kasus DBD itu meningkat di atas level baseline saat kelembabannya itu di atas 75 persen,” katanya.
Marzuki mengatakan, berdasarkan fakta-fakta ilmiah tersebut maka BMKG telah menyiapkan ya beberapa langkah ataupun rencana dalam hal mitigasi.
“Tentunya juga dengan adaptasi dalam jangka panjang gitu. Bagaimana kalau misalnya kita menyusun sebuah sistem prediksi yang bisa menduga penyakit DBD berdasarkan dari kondisi iklim,” pungkasnya.
(Awaludin)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.