Diterjang Banjir Bandang, 3 Rumah di Parigi Moutong Sulteng Rusak

Arief Setyadi , Okezone · Selasa 15 September 2020 21:38 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 15 340 2278355 diterjang-banjir-bandang-3-rumah-di-parigi-moutong-sulteng-rusak-gEWl90jmj8.jpg Banjir bandang merusak rumah di Parigi Moutong, Sulawesi Tengah (Foto: BNPB)

JAKARTA - Banjir bandang melanda wilayah Desa Biga, Kecamatan Tomini, Sulawesi Tengah pada Selasa (15/9/2020), pukul 06.34 WIB. Tiga rumah warga mengalami kerusakan.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Raditya Jati menuturkan, banjir bandang dipicu hujan dengan intensitas tinggi sehingga debit air Sungai Tomini meluap.

"Tiga rumah yang berada di Desa Biga mengalami rusak berat. Tidak ada korban jiwa pada kejadian tersebut. Data sementara 3 KK atau 17 jiwa terdampak akibat kejadian ini," ujarnya melalui keterangan tertulis.

Baca Juga:  Pascabanjir Tanggamus, 8 Eskavator Dikerahkan Bersihkan Lumpur 

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Parigi Moutong menerjunkan tim reaksi cepat (TRC) ke lokasi terdampak. Tim melakukan kaji cepat dan berkoordinasi dengan instansi setempat. Personel yang telah berada di lokasi ikut membantu warga dalam pembersihan material lumpur di ruang umum.

BPBD melaporkan genangan telah surut sedangkan cuaca di sekitar lokasi terdampak tampak mendung. TRC BPBD Parigi Moutong masih melakukan penilaian kebutuhan untuk membantu keluarga terdampak.

"Kebutuhan mendesak yang dibutuhkan warga terdampak berupa logistik makanan dan selimut," ujar Ucok Sinambela, personel TRC BPBD.

Baca Juga:  1.705 Kepala Keluarga Mengungsi Akibat Bencana Banjir Bandang Bolsel

Sementara itu, prakiraan cuaca pada esok hari, Rabu 16 September di wilayah Sulawesi Tengah, BMKG menginformasikan wilayah yang berpotensi hujan dengan disertai kilat atau petir dan angin kencang. Masyarakat diimbau untuk waspada dan siap siaga terhadap potensi ancaman banjir maupun tanah longsor yang mungkin terjadi.

Kenali tanda-tanda alam yang dapat memicu bencana tersebut, seperti hujan dengan intensitas tinggi dan berdurasi lama.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini