Pascabanjir Tanggamus, 8 Eskavator Dikerahkan Bersihkan Lumpur

Muhamad Rizky, Okezone · Kamis 06 Agustus 2020 19:19 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 06 340 2258177 pascabanjir-tanggamus-8-eskavator-dikerahkan-bersihkan-lumpur-wplcYIiS9u.jpg Eskavator dikerahkan bersihkan lumpur pascabanjir di Tanggamus, Lampung (Foto: BNPB)

JAKARTA - Pusat Pengendali Operasi BNPB melaporkan delapan eskavator untuk membersihkan material lumpur yang terbawa banjir bandang. Tim gabungan telah membersihkan sedimen lumpur di jalan dan di tempat umum, dan kini jalan lintas barat sudah bisa dilalui kendaraan.

Demikian dikatakan Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati melalui keterangan tertulisnya, Kamis (8/6/2020).

Bencana yang terjadi pada Selasa 4 Agustus 2020 di Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung, merusak puluhan rumah. Perkembangan per hari ini, Kamis 6 Agustus, pukul 17.30 WIB, BNPB mencatat kerusakan rumah dengan kategori rusak berat sebanyak 64 unit, rusak sedang 34 dan rusak ringan 1.035. Sedangkan rumah terendam, BPBD setempat melaporkan 350 rumah terdampak.

"Di samping kerusakan di sektor pemukiman, banjir bandang juga merusak tempat ibadah 1 unit dengan kategori rusak berat. Selain itu, jalan lintas barat tertutup material longsor di sembilan titik dengan panjang kurang lebih 1 km," ujarnya.

Baca Juga: Banjir dan Longsor Putus Akses Jalan Lintas Barat Tanggamus 

Raditya menuturkan, sebanyak 70 KK mengungsi ke rumah kerabat terdekat. Menurut pantuan BPBD, peristiwa ini dipicu salah satunya hujan deras yang terjadi pada Selasa 4 Agustus pukul 20.30 WIB hingga 22.00 WIB.

"Limpahan air dari Bukit Barisan disertai material lumpur dan bantu akhirnya melanda beberapa desa di Kecamatan Semaka. Saat kejadian, tinggi muka air bervariasi dari 30 hingga 100 cm," katanya.

Desa terdampak antara lain Desa Way Kerap, Pardawaras, Sedayu, Sukaraja, Bangunrejo, Kacapura, Karangrejo dan Sododadi.

Baca Juga:  7 Titik Banjir di Tanggamus, dari Pekon Sedayu hingga Pekon Kacapura

Pascakejadian, Bupati Tanggamus menetapkan statut tanggap darurat selama tujuh hari. Hingga kini, BPBD dan dinas terkait melakukan upaya penanganan darurat, seperti pengaktifan dapur umum, pembersihan material lumpur dan batu serta pendampingan warga terdampak.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini